Sekilas Info

Hadi Muliadi Buka Secara Resmi Forum Sinergi Duta Besar dan Daerah

RAKYATKALTIM -- Forum Sinergi Duta Besar dan Daerah yang diselenggarakan di Borneo Ball Room Hotel Novotel Balikpapan dalam rangka rangkaian kunjungan kerja dan kegiatan Badan Kerja Sama Parlemen (BKSP) Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Kamis (22/9/2022).

Tampak hadir Wakil Gubernur Kaltim Hadi Muliadi sekaligus membuka forum tersebut secara resmi, Wakil DPD RI Mahyudin,Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga, Ketua BKSP DPD RI Sylviana Murni, Perwakilan Kedutaan Besar (Kedubes) Belanda Natasha.

Indonesia dan Belanda telah melakukan kerja sama dalam bidang perdagangan yang sesuai dengan tema yang diusung yaitu “Memperkuat Rantai Nilai (Global Value Chains) Industri Kaltim Dalam Kemitraan Ekonomi”.

Dalam sambutan Ketua BKSP DPD RI, “Sebagai hak perdagangan Eopa, Belanda memerlukan pasokan bahan mentah dan produk pengolahan serta jejaring pemasaran berbagai produk yang diperlukan oleh dunia.

Pengalaman Belanda menjadi pemasok atau menjadi bagian dari pusat produksi barang dan jasa global diharapkan dapat membawa pandangan dan pendekatan baru dalam pengembangan perindustrian di Kaltim, tegas Sylviana.

Hadi Mulyadi juga mengapresiasi diskusi forum ini yang di gelar BKSP DPD RI dengan negara-negara luar khususnya Belanda yang telah siap membantu dalam kemitraan perekonomian.

“Kaltim tidak salah di pilih sebagai lokasi ibu kota Negara baru Indonesia. Selain karena letak nya yang strategis, Ibu Kota Negara (IKN) ini juga untuk pemerataan pembangunan, khususnya wilayah timur. Saya berharap para senator yang hadir pada hari ini bisa memberikan dukungan pembangunan IKN karena bukan untuk Kaltim saja tetapi untuk bangsa Indonesia ke depan,” terang Hadi Muliadi.

Kontribusi yang disumbangkan melalui ekspor perdagangan yang dihasilkan Benua Etam Kaltim ini tidak sesuai dengan apa yang telah diberikan, tetapi yang kembali ke kaltim tidak banyak, bahkan kurang untuk pembangunan wilayah Kaltim.

Sementara itu, Wakil Ketua DPD RI Mahyudin mengatakan, “Jangan hanya kegiatan-kegiatan sebatas omongan saja, jangan sampai berhenti di sini, tetapi harus ada tindaklanjutnya. Apa yang bisa kita perbuat dalam rangka memajukan ekonomi daerah, apalagi Kaltim merupakan penyangga bagi IKN. Jika kita mampu lagi menjual produk law material tetapi produk-produk turunannya maka akan memberikan nilai tambah ekonomi”.

Forum diskusi ini dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Hadi Mulyadi dan ditandai dengan bunyi sirine oleh Wakil Ketua DPD RI Mahyudin.

Sementara itu, di sela pertanyaan-pertanyaan dari peserta diskusi forum tersebut Plt. Hamdam menyampaikan key note speech kepada para narasumber dan peserta forum.

“Kami khawatir nanti semua orang hanya memikirkan IKN Sepaku padahal PPU ini tetap akan menjadi kaltim. Cuma satu kecamatan di PPU yaitu Kecamatan Sepaku yang menjadi IKN jangan sampai lupa memikirkan penajam nya yang masih ada beberapa daerah yang harus mendapatkan perhatian supaya nanti tidak ada diskualitas yang terlalu besar antara IKN dengan Penajam sebagai inter land nya IKN”, harap Hamdam.

“Bahkan sekarang ini bekerja sama dengan unsur forkopimda, kami solid bahwa stakeholder yang ikut berpartisipasi untuk mendorong turut mensukses pembangunan IKN. Khusus Pemerintah PPU mempunyai peluang – peluang usaha yang cukup besar, garis pantai PPU sekitar 176 KM yang sekarang baru di kelola baru sekita 10 persen dan kami meyakini bahwa pintu masuk logistic dalam kondisi jumlah besar yang paling murah adalah lewat PPU.

Infrastruktur sebentar lagi tentu akan siap dan sarana pendukung lainnya terbuka peluang untuk mengembangkan sector kepelabuhanan termasuk mengembangkan kawasan industri yang sudah kami persiapkan liniasi nya sekitar kurang lebih 10.000 hektar di persiapkan baru 5 persen yang terisi, sehingga membuka peluang bagi siapa saja termasuk pemerintah Belanda jika melakukan investasi di PPU. Pemerintah PPU akan memberikan kemudahan semudah-mudahnya,” tutupnya.(*)

Penulis: Humas Pemkab PPU

Baca Juga