Perekaman KTP-el Capai 97,69 Persen, Tertinggi Kabupaten Berau

  • Whatsapp
banner 468x60

BALIKPAPAN — Kepala Dinas Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim, Noryani Sorayalita, mengatakan perekaman KTP-el untuk Kaltim mencapai 97,69 persen, target nasional tahun 2021 adalah 99,20 persen.

“Perekaman KTP-el tertinggi di Berau dengan cakupan 100,42 persen, dan terendah adalah Kutai Timur 85,81 persen,” kata Soraya pada Bimbingan Teknis Pendaftaran Penduduk bagi Aparatur Penyelenggara Pendaftaran Penduduk pada Dinas Dukcapil Provinsi, kabupaten/kota se Kaltim, di Hotel Swiss-Belhotel Balikpapan, Rabu (8/9/2021).

Soraya menambahkan cakupan kepemilikan Kartu Identitas Anak (KIA) Kaltim, sebesar 46,08 persen, target nasional 30,00 persen. Kepemilikan KIA tertinggi adalah Mahakam Ulu dengan cakupan 80,18 persen dan terendah Kota Samarinda sekitar 35,85 persen.

“Kabupaten/kota se-Kaltim telah mencapai target nasional, akan tetapi jangan berpuas diri. Mengingat penduduk bersifat dinamis yang setiap saat mengalami perubahan,” ujar Soraya.

Hal ini, menurut Soraya, perlu ditingkatkan melalui pemberian nilai manfaat lebih dari KIA selain bukti identitas anak 0-17 tahun kurang 1 hari, tetapi digunakan untuk mendapat potongan harga melalui kerjasama dengan pihak ketiga, seperti tempat bermain anak, toko pakaian anak, toko buku ataupun rumah makan.

“Sehingga melalui kerjasama secara otomatis masyarakat semakin banyak dengan kesadaran sendiri mengurus KIA untuk putra dan putrinya,” tandasnya.

Soraya mengatakan, selain perekaman KTP-el dan KIA. Sekarang menjadi perhatian pemerintah adalah pendataan penduduk rentan administrasi kependudukan.

Pemerintah telah menerbitkan regulasi melalui Permendagri Nomor 96 Tahun 2019 tentang Pendataan dan Penerbitan Dokumen Kependudukan Bagi Penduduk Rentan Administrasi Kependudukan.

“Penduduk rentan, yakni penduduk korban bencana alam/bencana sosial, orang terlantar, komunitas terpencil, penduduk yang menempati kawasan hutan, tanah Negara atau tanah dalam kasus pertanahan,” ungkapnya.

Sumber: mar/yans/adpimprovkaltim
Editor: RF

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *