Temui Gubernur, Bupati Mahulu Curhat Soal Belum Adanya Kantor Pemerintahan

  • Whatsapp
banner 468x60

SAMARINDA — Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Bonifasius Belawan Geh menyampaikan keluh kesahnya memimpin kabupaten di kawasan perbatasan ketika bertemu Gubernur Isran Noor di Kantor Gubernur Kaltim, Senin (6/9/2021).

Salah satu keluhan soal bangunan kantor pemerintahan yang belum mereka punyai. Beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) bahkan harus menyewa rumah-rumah penduduk sebagai lokasi berkantor. Seperti diketahui, Mahulu resmi menjadi kabupaten yang berdiri sendiri melalui Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2013.

“Baru-barunya dulu aman saja Pak Gub. Tapi sekarang mulai banyak masalah. Salah satunya soal parkir. Intinya, masyarakat tidak mau ada perkantoran lagi di kawasan permukiman,” kata Bonifasius di ruang kerja gubernur.

Karena itu, pihaknya berencana membangun 15 kantor OPD yang jaraknya sekitar 4 kilometer dari Kantor Bupati Mahulu di Ujoh Bilang. Luas areal yang disiapkan sekitar 25 hektare. Total anggaran dibutuhkan sekitar Rp 30 miliar.

Rencananya, 15 kantor OPD akan dibangun dengan rangka kayu. Sementara dalam jangka panjang, mereka akan membangun perkantoran terpadu dengan luasan tidak kurang dari 900 hektare.

“Tidak nyaman kalau Pak Gub ke sana, kantor kami masih amburadul,” canda Bonifasius.

Gubernur Isran Noor pun menjawab. “Bukannya Mahulu APBD-nya Rp5 triliun ya? Jadi kami bantu-bantu sedikit aja ya,” balas Gubernur Isran disambut tawa Bupati Bonifasius yang didampingi Sekda Mahulu Stepanus Madang. Bonifasius pun menimpali jika APBD mereka hanya sekitar Rp900 miliar alias belum genap Rp1 triliun.

“Baik Pak Bupati. Bisa dipertimbangkan. Kita sudah catat semua. Insyaallah kita bantu lewat bantuan keuangan di anggaran tahun 2022. Rp 30 miliar, masih belum Rp100 miliar,” canda Gubernur lagi.

Selain menyampaikan keluhan soal masih banyaknya OPD yang terpaksa ‘numpang’ di rumah warga, Bonifasius juga menyampaikan beberapa kondisi lain. Di antaranya soal tuntutan ganti rugi  dari masyarakat untuk lahan pembangunan jembatan.  Padahal sebelumnya sudah bersepakat untuk memberikan sedikit lahan mereka untuk pembangunan jembatannya.(*)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *