PPKM Darurat Atau PPKM Level 4, Cukup Sudah..!! Ini Surat Terbuka Untuk Wakil Rakyat

  • Whatsapp
banner 468x60

Oleh: AULIA AZIZAH AHMA DIANA, SH

OPINI — Sebagaimana Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 23 Tahun 2021 Tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro Dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 Di Tingkat Desa Dan Kelurahan Untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 sebagai warga masyarakat sangatlah bersyukur dan mendukung atas perhatian pemerintah dalam pemberantasan dan sebagai upaya pencegahan terhadap penyebaran Covid dengan penerapan PPKM
LEVEL 4.

Bacaan Lainnya

Sekarang, masyarakat harus kembali diizinkan bergerak keluar rumah. Tidak bisa berdiam diri terus di dalam rumah karena yang bisa berdiam diri di dalam rumah hanyalah kaum menengah ke atas yang masih memiliki tabungan lebih atau deposito. Orang-orang semacam ini tidak akan merasa terganggu jika PPKM diperpanjang sampai berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan tapi, coba pikirkan juga orang kelas menengah ke bawah. Banyak yang bilang, mereka yang menolak perpanjangan PPKM pada dasarnya tidak peduli pada kesehatan dan nyawa manusia karena terlalu memprioritaskan ekonomi, itu tuduhan yang sangat jahat..

Bagi mereka yang bekerja di sektor informal, atau cuma menjadi pekerja lepas, PPKM adalah kejahatan yang menghancurkan hidup mereka. Mereka bakal kelaparan. Mereka hanya akan memperoleh uang kalau mereka boleh bekerja keluar rumah. Ini termasuk pedagang asongan, pedagang kaki lima, supir ojek online, buruh lepas, pemilik warung, tukang parkir, dan sebagainya.

Mayoritas warga miskin itu bekerja di sektor tersebut kalau mereka tidak boleh keluar rumah, mereka dapat bertahan hidup dari mana Pemberlakuan PPKM pada jam malam juga tak kalah kejam. Sebagai contoh saja pedagang nasi goreng, tahu campur, martabak, pedagang sate dan pedagang malam lainnya. itukan banyak dapat pelanggan di jam-jam malam. Jika PPKM hanya membolehkan beraktivitas maksimal jam 8 malam, apakah itu tidak membuat mereka menjerit?

Dan kalau PPKM masih juga dilanjutkan, EKONOMI TIDAK BERGERAK. Bisnis macet. Para pemilik modal mungkin akan mengalami kerugian miliaran rupiah. Dan masalahnya lagi, kalau perusahaan perusahaan itu rugi terus berkepanjangan, langkah yang paling sering dilakukan adalah memberhentikan karyawannya yang akan memunculkan badai PHK dan lagi-lagi yang paling terkena dampak adalah rakyat kecil.

Dengan berdiam diri saja dirumah sembari mengharapkan keajaiban atau berkurung di rumah sambil menunggu bantuan sosial ? kami rasa itu bukan solusi atau jawaban yang tepat untuk masalah yang kita hadapi ini. Bahwa saat ini masyarakat sangat membutuhkan kebijakan dari Pemerintah Kota untuk membuat kebijakan-kebijakan yang lebih mensejahterakan masyarakat dan lebih perduli akan nasib masyarakat Kota Balikpapan bukan hanya bantuan subsidi yang berjumlah Rp. 300.000 (Tiga Ratus Ribu Rupiah) per bulan yang mana hal tersebut tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup satu keluarga apabila terdiri lebih dari tiga orang didalam satu keluarga.

Masyarakat sangat membutuhkan Kesehatan tetapi kita harus ingat juga kesehatan tersebut juga harus didukung oleh penghasilan. Apabila masyarakat tidak diizinkan untuk mencari nafkah bagaimana dapat menghasilkan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari hari. Tolong gunakan kebijakan kota yang lebih memihak kepada masyarakat daripada kebijakan pusat yang menyama ratakan kebijakan ke seluruh wilayah daerah. Dapatkah Pemerintah Daerah meminta kebijakan khusus untuk memberlakukan PPKM sesuai kondisi kota ini. Balikpapan bukan Jawa dan Bali yang jumlah penduduknya tidak bisa dibandingkan sama yang membuat kriteria “kerumunan” memiliki perbedaan definisi. Sehingga pengambilan kebijakan PPKM level 4 di daerah dapat menyeimbangkan antara peran kesehatan dan peran perekonomian. bukan seperti ini, peran kesehatan lebih mendominasi dari pada peran bergeraknya perekonomian masyarakat.

Saya sebagai masyarakat kota Balikpapan sangat peduli dan sangat mendukung kebijakan – kebijakan pemerintah Kota Balikpapan terhadap kesejahteraan masyarakatnya. Kami tau Virus corona itu ada dan berbahaya tapi izinkan kami yang masyarakat menengah ke bawah ini untuk dapat bertahan hidup dari mengais rezeki dengan tetap menjalankan protokol kesehatan lebih ketat lagi dan mohon kiranya agar kebijakan dari Pemimpin Daerah dapat lebih bijaksana lagi menyikapi kebijakan dari Pusat.Wassalam.

Editor: Jhon Travolta RF

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *