Tegur Pria Mabuk yang Merusak Pot Bunga, Nyawa Warga AM Sangaji Nyaris Hilang

  • Whatsapp
banner 468x60

Foto: EP saat diamankan di Polsek Samarinda Ulu lantaran terlibat kasus penganiyaan (Istimewa)

SAMARINDA — Nyawa Arif Rahman warga jalan Am Sangaji nyaris berada di ujung badik milik EP (35) warga Antasari  yang kala itu tengah dalam pengaruh minuman keras.

Arif mendapatkan penganiayaan setelah berusaha menegur EP yang dengan sengaja merusak pot bunga miliknya yang berada di depan rumah.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis (12/8/2021) pukul 19.00 Wita, di Jalan Antasari Gang 8, Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu, Samarinda.

Saat itu Arif  bersama anak dan istrinya tengah bercanda gurau di dalam rumah, tak lama berselang pasangan suami istri itu mendengar adanya suara keributan yang terjadi di depan rumahnya, sontak Arif pun kemudian mengcek ke luar rumah dan mendapati pot milik sudah dalam keadan berantakan.

Arif yang melihat EP dan ke empat rekannya pun berusaha menegur, dan meminta EP untuk dapat memperbaiki pot yang telah ia rusak.

Bukannya disambut baik, EP yang saat itu tengah keadaan mabuk malah mengeluarkan badik miliknya dan tanpa pikir panjang langsung menyerang Arif.

Beruntung, ke empat rekan EP berhasil melerai, saat EP hendak menusukan badiknya itu ke leher Arif. Namun karena serangan itu Arif mengalami luka di bagian tangan dan goresan di leher.

Usai penyerangan itu, EP pun di anatar pulang rekannya, Namun Arif yang tak terima dengan perbuatan EP melaporkan kejadian itu ke kantor polisi.

Mendapatkan laporan itu, Kanit Reskrim Polsek Samarinda Ulu, Iptu Fahrudi, pada keesokkan harinya  langsung mengamankan  EP beserta barang bukti sebilah badik panjang sekira 30cm lengkap dgn sarungnya warna hitam.

“Kita amankan pelaku di rumahnya pada Jumat (13/8), lalu kita bawa untuk pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Fahrudi saat di hubungi Akurasi.id, Kamis (19/8/2021)

Dari hasil penyelidikan, Fahrudi mengatakan bahwa diketahui pelaku yang merupakan mantan supir di Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Samarinda ini memang sering membuat onar di wilayah tersebut, terutama saat keadan mabuk.

“Pelaku ini memang sering lepas kontrol saat keadaan mabuk, dan kerap bikin masalah itu kata temannya,” ujarnya.

Atas kejadian ini, Fahrudi pun telah mewanti-wanti kepada rekan EP untuk tidak lagi melakukan kegiatan minum-minum di wilayah tersebut.

“Untuk keempat rekannya sudah kita peringati untuk tidak meminum minuman keras lagi di sana,”

Namun untuk EP lantaran telah melakukan penganiayaan kini telah ditahan di Mako Polsek Samarinda Ulu, dan jerat pidana pasal 351 KHUP dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *