Mahal, Gepak Kuning Kaltim Sorot Biaya Pemeriksaan Swab RT-PCR

  • Whatsapp
banner 468x60

Ketua Umum Gerakan Putera Asli Kalimantan (Gepak) Kuning (Kaltim), Suryansyah alias Prof. (Foto: Rudi Fathir)

BALIKPAPAN — Lonjakan kasus harian Covid-19 sebulan belakangan ini, membuat pengujian (testing) dan pelacakan (tracing) menjadi unsur penting dalam upaya pengendalian pandemi. 

Bacaan Lainnya

Gerakan Putera Asli Kalimantan (GEPAK) Kuning Kalimantan Timur (Kaltim), Suryansyah alias Prof, mengatakan tes dengan polyemerase chain reaction (PCR) yang ditetapkan di rumah sakit dengan harga sekitar Rp 900 ribu hingga Rp1 juta masih terbilang mahal. Bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), kata dia, harga tersebut tergolong tinggi.

“Ini menyiksa rakyat, di mana saat rakyat mau sehat dan rajin cek kesehatan tapi disisi lain mahalnya PCR bisa membuat masyarakat menjerit,” ujar Prof, Kamis (12/8/21)

Bahkan kata dia, mahalnya pemeriksaan swab PCR bisa membuay sejumlah rumah sakit (RS) dan klinik yang meraup untung dari hasil tes PCR. Meski tak menyebutkan secara detail RS atau klinik mana.

“Rumah Sakit & Klinik makin kaya dari test Pcr! Setiap travel harus Pcr! Betapa kayanya Rumah sakit dan klinik!,”Ujarnya.

Dia mencontohkan, di India, untuk melakukan tes PCR biayanya hanya sekitar 650 Rupee. Jika di rupiahkan di kisaran Rp130 ribu. Sedangkan di Indonesia harganya sudah berlipat-lipat dari itu.

“Kalau harga PCR saja misalnya bisa cuma Rp130 ribuan, gimana dengan tes antigen? Pasti lebih murah,”Pungkasnya.

EDITOR: Rudi

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *