Triono, Warga Pemalang Yang Ditemukan Selamat Saat Mengapung 3 Hari Di Lautan Akhirnya Balik Kampung, Ini Penjelasannya

  • Whatsapp
banner 468x60

Triono saat diselamatkan Kapal tengker MV Royalty milik Pertamina.(foto, Istimewa)

Balikpapan, rakyatkaltim.com – Merasa tidak nyaman berada didalam satu tim saat bekerja di Kapal Nelayan karena selalu mendapatkan perlakuan kurang menyenangkan, Triono warga Jalan Flamboyan RT03/RW01, Desa Wonokromo, Kecamatan Comal, Pemalang, Provinsi Jawa Tengah ini nekat menceburkan diri ke laut saat perahunya masih berlayar di laut lepas. Dan setelah terombang ambing selama 3 hari di lautan akhirnya mendapat pertolongan dari Kapal Tengker MV Royalty milik Pertamina yang kebetulan berlayar ke Balikpapan.

Triono (kaos merah) saat berada di rumah Dendi di Perum BDS II Blok J2 No.17C Sungainangka Balikpapan Selatan .(foto.Dendi)

Ini diungkapkan Triono saat berada di bandara sebelum kembali ke Jawa Tengah melalui sambungan telepon seluler kerabatnya, Dendi yang berdomisili di Perum Bukit Damai Sentosa II, Jalan Nuri IV Blok J2 No.17C, RT 25 Kelurahan Sungainangka Balikpapan Selatan, Minggu (8/8/21) siang.

Dia mengatakan, saya nekat nyebur ke laut karena selalu mendapat tekanan dari sesama anak buah kapal (ABK) dan diperlakukan tidak baik oleh mereka. “Dengan bermodalkan nekat dan agar secepatnya bisa sampai ke daratan saya nekat terjun ke laut pada saat sedang pelayaran ke Banjarmasin, Minggu (1/8/21) pagi hari, ujarnya.

Saat terjun ke laut lanjut Triono, tidak ada satupun teman temannya di kapal yang tau, saya berada di lautan selama kurang lebih 3 hari tanpa makan dan minum, sampai akhir ditemukan kapal milik Pertamina.

Saat ditanya apa tidak berpikir atau tidak takut dengan keselamatan jiwanya sampai nekat terjun ke laut.

” Ya kepikiran Mas, namun karena sudah terlanjur loncat, akhirnya saya hanya bisa pasrah dan terus berdoa semoga ada yang menyelamatkan dirinya,” jelas Triono.

Triono sama sekali tidak mengetahui kapal pemancing ini milik siapa atau perusahaan apa tempat dia bekerja. “Saya bisa bekerja, karena masuk melalui calo, dan baru bekerja selama 1 bulan lebih 7 hari,” terangnya.

Namun karena perlakuan teman teman sesama ABK di kapal itu tidak baik terhadapnya dan sering mendapat tekanan, juga sering dimarahi, maka dirinya tidak tahan lagi dan hanya berpikir bagaimana caranya supaya bisa cepat sampai daratan.

“Semua ABK tidak baik kepada saya, mungkin karena saya sendiri dan masih baru bekerja, lagi pula bukan teman sekampung, sehingga mereka memperlakukan saya seperti itu, karena sudah tidak tahan maka lebih baik saya keluar dari pekerjaan ini. Dan tanpa pikir panjang dengan tidak diketahui yang lain saya kemas pakaian, saya masukkan diplastik lalu dengan menggunakan pelampung saya terjun ke laut,”ungkapnya.

Sementara menurut Dendi, sebenarnya Triono ini bukan siapa siapa dirinya. Saya mendapatkan kabar ini dari Kepala desa di kampung, bahwa ada tetangga se kampung yang mengalami musibah dan sekarang berada di Balikpapan.

“Sebenarnya, Kapal MV Royalty adalah kapal tengker milik Pertamina yang menemukan Mas Tri kebetulan tujuan Balikpapan, jadi dalam surat pernyataannya Mas Tri siap di turunkan di dermaga tujuan kapal, dan karena viral akhirnya Pak Kades Wonokromo kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang Provinsi Jawa Tengah menghubungi saya. Karena kebetulan saya berada di Balikpapan dan kami berasal dari 1 desa namun beda RT, terang Dendi saat dikonfirmasi media ini, Minggu (8/8) sore di kediamannya.

“Dan Alhamdulillah selama berada di rumah, keadaan Mas Triono sehat, dan ini saya baru saja mengantar Mas Triono ke Bandara Sepinggan, karena dia akan kembali ke kampung,” pungkasnya.

Perlu diketahui, Triono ini terombang ambing di lautan selama 3 hari setelah loncat dari kapal motor pemancing cumi yang berlayar dari Jakarta ke Banjarmasin dimana dia bekerja sebagai ABK. Dan baru ditemukan saat Kapal Tengker MV Royalty milik Pertamina saat berlayar ke Balikpapan, Rabu 4 Agustus 2021 lalu kemudian dievakuasi Tim SAR pada Jumat (6/8).(EDS)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *