Merupakan Pasar Seni dan Tradisional, Andi Harun: Pembangunan Pasar Dayak Samarinda Prioritaskan Pedagang Lama

  • Whatsapp
banner 468x60

Wali Kota Samarinda, Dr.Andi Harun ( foto, Istimewa)

Samarinda,rakyatkaltim.com – Pimpin Rapat Koordinasi (Rakor) terkait rencana pembangunan Pasar Dayak, Wali Kota Samarinda, Dr.Andi Harun menekankan, Pasar Dayak dan Pasar Subuh sebagai pasar Tradisional dan Pasar Seni, sehingga perlu dikonsep dari awal, termasuk pembagian tata ruangnya.

Bacaan Lainnya

Ini dalam upaya menciptakan tata ruang yang baik, sehingga akan membuat pembangunan Kota Samarinda menjadi teratur dan dapat menciptakan pembangunan wilayah yang baik. Sebaliknya, tata kota yang kurang baik, akan melahirkan kota yang akan menjadi beban di masa yang akan datang, ungkap Andi Harun, Kamis (5/8/2021) di Balai Kota.

Orang nomor satu di Kota Tepian ( Teduh, Rapi, Aman dan Nyaman) sebutan kota Samarinda ini juga mengaku telah membicarakan secara teknis tentang desain Pasar Dayak yang rencananya sekaligus mengakomodir pedagang Pasar Subuh itu. Termasuk alternatif-alternatif pelaksanaan pembangunan. Tentu saja dengan tujuan agar bisa meminimalisir jumlah pengeluaran anggaran daerah.

“Jadi yang kita bicarakan sudah masuk ke teknis tadi, mulai akses jalannya dari jalan utama, kemudian bagaimana cara pengadaan lahannya, baik pasarnya maupun ada tambahan akses jalan masuk ke pasarnya sekitar 6×60 meter. Yaitu, lebar jalan 6 meter, dan panjang jalan 60 meter. Kemudian dibahas juga jumlah lapak, saluran airnya, hingga desain pasarnya serta tata ruangnya,” terang Wali Kota.

AH -sapaan akrab Wali Kota Andi Harun menambahkan, Pasar Dayak dan Pasar Subuh sebagai pasar tradisional dan pasar seni, sehingga perlu dikonsep dari awal, termasuk pembagian tata ruangnya.

“Dari pedagang sembakonya ada berapa, luas lapak pasarnya berapa, hingga ke sarana penunjangnya tadi kita lihat sebesar 57 persen,” imbuh AH.

Untuk diketahui, pembangunan sarana penunjang seluas 57 persen tersebut terdiri atas pembangunan lahan parkir, pembangunan pipa air, dan Ruang Terbuka Hijau (RTH).

“Untuk jumlah pedagang yang akan dipindahkan masih dalam tahap konsolidasi. Tapi yang jelas pedagang yang berjualan di pasar sebelumnya, di Jalan PM Noor itu yang sangat diprioritaskan,” pungkasnya. (***)

Sumber: PPID kota Samrinda

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *