Rapat Bersama OPD, Andi Harun: E- Parking Bisa Tekan Kebocoran PAD

  • Whatsapp
banner 468x60

(Foto.dok Kominfo Samarinda )

Samarinda, rakyatkaltim.com – Wali kota Samarinda, Andi Harun berpendapat penataan parkir menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Bacaan Lainnya

Karena itu, ia meminta kepada segenap OPD terkait untuk bergerak cepat dan saling bersinergi dalam menata dan mengelola parkir di kota ini. Apalagi kini sudah ada program E-Parking yang diharapkan bisa menekan kebocoran PAD dari sektor parkir.

Selain dari sisi PAD, juga tentu saja diharapkan agar parkir di kota ini bisa tertib, sehingga tidak memakan badan jalan dan mengganggu arus lalu lintas.

Untuk itulah Wali Kota Samarinda, mengumpulkan segenap pejabat dari sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemkot Samarinda, Kamis (15/7/2021) pagi untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan dan capaian parkir elektronik (E-Parking) yang dilaunching beberapa bulan lalu. 

“E-Parking ini memang baru kita berlakukan di Kota Samarinda, sehingga pasti ada titik-titik lemahnya. Sehingga kita mau melihat titik lemahnya di mana, itu yang kita evaluasi untuk selanjutnya diperbaiki ke depan.

Saat ini, ada 10 titik yang menjadi percontohan. Kita maksimalkan yang ada, nanti baru kalau memungkinkan, kita tambah lagi titiknya,” ujar Wali Kota seusai memimpin rapat.

Ia menerangkan, untuk pengelolaan parkir di kota ini ada dua jenis, yakni pajak parkir dan retribusi parkir. Untuk pajak parkir, dikelola Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Sedangkan untuk retribusi parkir, di bawah kewenangan OPD terkait, dalam hal ini Dinas Perhubungan (Dishub). Berdasarkan laporan yang ia terima dari Bapenda, untuk pajak parkir pada 2021 ini ditarget Rp11,5 miliar. Dari target tersebut, saat ini sudah terealisasi sebanyak Rp3,7 miliar. Sedangkan untuk retribusi parkir, dari target Rp2,5 miliar, saat ini sudah terealisasi Rp552 juta.

“Kita evaluasi semuanya. Termasuk soal laporan yang mengatakan jukir (juru parkir, Red) tidak punya handphone android sehingga kesulitan menerapkan E-Parking. Di sisi lain, sosialisasi kita kepada masyarakat luas juga ke depan akan terus kita gencarkan,” ungkapnya.

Sementara Wakil Wali Kota (Wawali) Dr Rusmadi yang ikut mendampingi mengakui jika penataan parkir menjadi program strategis. Sehingga membutuhkan kesungguhan segenap OPD terkait untuk menindaklanjutinya di lapangan. Paling tidak harus dimulai dari keseriusan di internal OPD di lingkungan Pemkot, sembari disosialisasikan kepada masyarakat luas.

“Kita maksimalkan dulu yang 10 titik ini secara serius, baru ke titik-titik lainnya,” ungkap Wawali.

Selain Wali Kota dan Wawali, hadir pula dalam rapat tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda Sugeng Chairuddin, Asisten II Setda Kota Samarinda Nina Endang Rahayu, Kepala Bapenda Hermanus Barus, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Aji Syarif Hidayatullah. Juga ada Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Ibrohim, Kepala Inspektorat Daerah Mas Andi Suprianto, Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perhubungan (Dishub) Hari Prabowo, Kabag Ekonomi Dinvi Kurniadi, perwakilan Dinas Perdagangan, serta yang tak kalah penting adalah perwakilan dari Bankaltimtara yang menjadi mitra kerja Pemkot Samarinda selama ini. (HER/KMF-SMD).

Sumber: PPID kota Samarinda.

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *