Selama Kita Bisa Kompak, Andi Harun: Saya Pertaruhkan Resiko Jabatan Untuk Kepentingan Rakyat

  • Whatsapp
banner 468x60

Wali Kota Samarinda, Dr.Andi Harun

Samarinda, rakyatkaltim.com – Gelombang keempat penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dengan peningkatan kasus yang begitu banyak juga terjadi di Samarinda. Terlebih karena ibu kota Kaltim ini dikepung oleh daerah yang telah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat yakni Balikpapan dan Bontang. Sementara Kutai Kartanegara (Kukar) sendiri kapasitas rumah sakitnya sudah overload.

Bacaan Lainnya

“Selama kita benar-benar bisa kompak, saya pertaruhkan risiko jabatan, kalau memang untuk kepentingan rakyat. Tapi saya tidak bisa sendiri, butuh kekompakan semua,” kata Wali Kota Samarinda, Dr H Andi Harun saat memulai Rapat Penanggulangan Covid-19 di Ruang Rapat Utama Balai Kota Samarinda, Senin (12/7/2021) pagi.

Andi Harun mengaku selama tiga malam berturut memantau keadaan kota, di mana saat ini telah menerapkan PPKM Mikro yang diperketat. Kesimpulannya pedagang memang masih banyak tidak taat, sementara masyarakat mulai taat.

“Instruksi Wali Kota sudah jelas. Boleh buka, tapi take away (pesan bungkus, Red). Saya pantau di Juanda (Jalan Ir H Juanda, Red) masih buka,” beber Andi Harun didampingi Wakil Wali Kota (Wawali) Samarinda Dr H Rusmadi dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda Dr Sugeng Chairuddin.

Oleh karena itu, Wali Kota meminta jajarannya agar terus proaktif. “Bukan hanya sekadar tugas struktural, tapi ini tanggung jawab kemanusian. Mohon maaf camat dan lurah sampai tengah malam terus melakukan operasi yustisi,” tutur Andi Harun di hadapan para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Dalam rapat itu juga Wali Kota meminta Asisten I Tejo Sutarnoto untuk mempersiapkan pelaksanaan operasi yustisi setiap hari di semua kecamatan lebih ketat dan masif lagi.

“Kalau ada warga yang menghalangi-halangi misi kemanusiaan ini, gunakan pasal pidana. Dunia usaha yang bandel, langsung disegel,” tegas Andi Harun.

Kemudian Pemkot juga lanjut dia, akan melakukan optimalisasi kegiatan posko PPKM Mikro Covid-19 sampai level RT dengan melibatkan TNI-Polri dan pihak terkait lainnya. Andi Harun juga mengakui adanya penurunan angka kasus positif Covid – 19 secara signifikan di Kota Samarinda. 

Sejak diberlakukannya Instruksi Wali Kota Nomor 1 dan 2 ada pengaruh, yakni laju penyebaran Covid-19 mengalami penurunan,” imbuhnya.

Namun kata dia, jika nanti kasus terus meningkat, ia telah menyiapkan skenario. Di antaranya melakukan pengalihfungsian 80 persen kapasitas Puskesmas untuk melaksanakan pemantauan pasien isolasi mandiri. “Bahkan RSUD IA Moeis juga dijadikan rumah sakit khusus Covid-19. Begitu pula rumah sakit swasta lainnya,” tegas Andi Harun.

Untuk saat ini seperti yang disampaikan Direktur RSUD IA Moeis dr Syarifah Rahimah, mereka juga melakukan penambahan ruangan untuk Covid-19. “Ruang VIP pun sekarang dijadikan untuk Covid-19. Yang penting lagi di RSUD IA Moeis, walaupun sudah penuh tetap menerima pasien Covid-19. Tidak menolaknya, tetap ditangani dulu. Kan ada IGD,” ungkap Andi Harun lagi.

Dalam rapat itu juga membahas tentang pemulasaran hingga penyiapan lahan untuk pemakaman jenazah Covid-19 serta ketersediaan oksigen di pasaran. (***)

Sumber: PPID kota Samarinda

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *