Manajemen Tidak Berjalan, Perumda Manuntung Bayar Gaji Karyawan Andalkan Dana Deposito

  • Whatsapp
banner 468x60

Aminuddin Ketua Pansus Perumda Manuntung Sukses DPRD kota Balikpapan.(foto.Ist)

Balikpapan, rakyatkaltim.com – Manajemen Perusahaan Daerah Umum (Perumda) Manuntung Sukses kota Balikpapan yang dipimpin Purba Wijaya ternyata memang tidak berjalan. Ini terungkap dari hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang kembali digelar Tim Pansus Perumda Manuntung Sukses DPRD kota Balikpapan bersama manajemen Perumda Manuntung Sukses, di Ruang Paripurna Gedung DPRD kota Balikpapan, Selasa (29/6/21).

Ketua Tim Pansus Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Manuntung Sukses, Aminuddin usai RDP mengatakan, kegiatan hari ini membahas kondisi keuangan Perumda terkait dana deposito di tiga bank, seperti Bank Mandiri, Mega dan Kaltimtara berjumlah kurang lebih Rp16,7 miliar.

Namun sangat disayangkan, yang seharusnya Perumda Manuntung Sukses dapat meningkatkan modalnya, ternyata selama tiga tahun hanya terjadi pengurasan dana deposito sebesar Rp1,7 miliar. Dana sebesar ini dipergunakan untuk membayar gaji karyawan.

“Yang lebih mengecewakan lagi, pendapatan Perumda Manuntung Sukses selama 3 tahun berjalan hanya Rp 300 juta. ini ada apa,” imbuhnya.

Posisi dana deposita akhir Juni 2021 hanya tersisa Rp14,5 milar. Kondisi seperti ini tidak bisa biarkan dan ia minta kepada KPM menutup Perumda Manuntung Sukses Balikpapan. “Ini bisa berakibat fatal bagi kondisi keuangan Perumda, karena dana yang ada akan terus terkuras,” tegas politisi partai Gerindra.

Sementara itu, Direktur Utama Perumda Manuntung Sukses, Purba Wijaya menjelaskan, data tersebut sudah di audit tersaji dengan baik, segala pengeluaran sudah dilaporkan kepada Walikota. Tetapi kondisi Perumda nantinya tergantung Walikota terpilih Rahmad Mas’ud, apakah harus dihentikan atau dilanjutkan. Tentu kita tunggu dari hasil pansus DPRD Kota Balikpapan,”jelasnya. (***).

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *