FX.Yapan Resmikan BP Santa Familia Menjadi Rumah Sakit Tipe D

  • Whatsapp
banner 468x60

SENDAWAR, RAKYATKALTIM.COM -Di awali dengan perayaan Misa yang diimpin Uskup Agung Samarinda Mgr. Yustinus Harjosusanto, M.S.F, Bupati Kutai Barat, FX Yapan meresmikan langsung Klinik Santa Familia menjadi Rumah Sakit Santa Familia tipe D, di halaman Rumah Sakit Santa Familia. Jl.Awang Long Busur,Barong Tongkok, Kamis (24/06/21).

Sementara, Klinik ini sudah berdiri sejak 47 tahun. Dan hari ini, naik kelas menjadi Rumah Sakit Santa Familia tipe D. Bupati Kutai Barat disaksikan oleh Uskup Agung Samarinda Mgr. Yustinus Harjosusanto, M.S.F, perwakilan TNI-Polri, perangkat daerah terkait dan perwakilan Yasayan kesehatan Budi Bakti Karya MASF menandatangani langsung prasasti peresmian RS Santa Familia.

Pada sambutannya, FX Yapan mengatakan, Selamat dan sukses atas resminya menjadi Rumah Sakit Pratama Santa Familia. Dan terima kasih selama ini sudah mendukung pembangunan  pemerintah di Kutai Barat melalui pelayanan publik di bidang kesehatan yang optimal.

Keberadaan pelayanan dan kesehatan BP Santa Familia sudah hadir sejak Tahun 1974 silam dan  sudah 47 tahun melayani masyarakat Kutai Barat dalam pelayanan kesehatan. “Sehingga kehadiran rumah sakit ini bukanlah menjadi kompetitor pemerintah melainkan mitra kerja pemerintah dalam memenuhi kebutuhan akan pelayanan kesehatan di Kutai Barat,”tegasnya.

Pemerintah terus berkomitmen untuk mendukung pelayanan kesehatan yang lebih baik dan sekaligus menjawab tantangan akan pelayanan kesehatan yang lebih baik dan berkualitas, “Semoga sejak hari ini dan seterusnya Rumah Sakit Santa Familia dapat memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas sesuai visi-misinya yaitu usaha dan kerja keras kita semua khususnya dalam hal manajemen rumah sakit bisa terus dibenahi dan ditingkatkan,”harap Bupati.

Sementara Uskup Agung Samarinda Mgr. Yustinus Harjosusanto , M.S.F mengatakan, bahwa peresmian ini bukan saja peristiwa manusiawi dan sejarah tapi sungguh peristiwa yang didasarkan dari iman yaitu bahwa Tuhan telah memberikan Rumah Sakit yang dimulai dengan balai pengobatan menjadi Rumah Sakit. “Tentunya kita bergembira bersama dan bangga akan usaha-usaha para perintis sehingga karya pelayanan kesehatan Katolik yang diawali dari poli klinik dapat menjadi rumah sakit,” ungkapnya.

Lebih lanjut diungkapkannya, karya pelayanan kesehatan merupakan salah satu karya kerasulan Gereja Katolik ditengah masyarakat selain karya sosial dan pendidikan maka karya itu sedapat mungkin dilaksanakan dan telah berkarya sejak awal hingga sekarang terus dikembangkan. Hadirnya Rumah Sakit dan karya pelayanan merupakan bentuk kasih dan perhatian Allah kepada mereka yang menderita dan juga sudah diajarkan oleh Tuhan Yesus dengan menyembuhkan orang sakit.

“Rumah Sakit Katolik yang ada selama betul-betul memberikan pelayanan yang baik optimal dan sungguh-sungguh dengan demikan orang sakit bisa merasakan kasih Allah yang baik, Rumah Sakit ini sudah terbiasa dipanggil BP sampai sekarang  dan bisa diartikan rumah sakit berkat penuh pelayanan,”pungkasnya.

Menurut Direktur Rumah Sakit Santa Familia dr Winardi  menjelaskan, perjalanan singkat BP Santa Familia dari awal hingga menjadi RS, mulai dirintis kongregasi MASF pada 47 tahun yang lalu yaitu pada tahun 1974 berupa balai pengobatan yang semula diberi nama Balai Harapan beridiri di Gedung samping Gereja Kristus Raja Barong Tongkok. Pada 10 Desember Tahun 2000 Balai Harapan pindah kelokasi saat ini di Busur dan pada Tanggal 14 Februari 2004 mulai dikembangkan gedung perawatan Nazareth menyediakan 37 tempat tidur dan pada tanggal 26 Juli 2011 karena regulasi yang ada, Balai Harapan berubah statusnya menjadi Klinik Pratama Santa Familia  dibawah naungan yayasan kesehatan Budi Bakti Karya MASF. Dan tanggal 22 April 2021 Klinik Pratama Santa Familia mendapat ijin operasional sebagai Rumah Sakit Tipe D.

“Perjalanan panjang selama 47 tahun diawali dari balai hingga menjadi Rumah Sakit sudah menjadi bagian sejarah pembangunan kesehatan diwilayah Kabupaten Kutai Barat dan sampai sekarang masih tetap dikenal dengan sebutan Rumah Sakit  BP,”pungkasnya.(Andreas/Hermanto/kominfokubar)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *