Taufik Berang, Tak Berizin PT SBIP Diminta Berhenti Lakukan LC

  • Whatsapp
banner 468x60

Balikpapan,rakyatkaltim.com – Dikupasnya lahan di kawasan RT 28, Graha Indah, Kecamatan Balikpapan Utara oleh PT Sari Bukit Indah Permata (SBIP) milik Heny HF Siboro di duga tidak mengatongi izin dan berdampak rusaknya beberapa rumah warga setempat. Dilaporkan warga masyarakat sekitar ke Komisi III DPRD kota Balikpapan.

Taufik Putra Kilat saat berada di lokasi milik PT SBIP di graha Balikpapan Utara, foto.Ist

Berdasarkan laporan ini, Taufik Qul Rahman anggota Komisi III DPRD kota Balikpapan bersama Tim datang langsung di lokasi didampingi Fahrul Rozi, Camat Balikpapan Utara, Lurah, petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (DPMPT) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Pol-PP)

Bacaan Lainnya

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, langsung mempertanyakan apa yang sudah dilakukan pemilik lahan yang telah melakukan Land Clearing (LC) atau pembukaan lahan, sementara belum memiliki izin Site Plan dari Dinas terkait.

“Bagaimana bisa, izin site plan belum ada, sudah lakukan land clearing,” ujar Taufik geram, saat menginjakan kaki di atas lahan belasan hektar yang sudah terkoyak dan terbuka, sehingga berdampak kepada sejumlah bangunan yang berada di sekitarnya.

Sementara, sang pemilik lahan Heny Siboro yang juga hadir, mengakui kesalahannya yang telah melakukan LC, padahal belum memiliki izin site plan di hadapan Komisi III, DLH, Camat Balikpapan Utara dan lainnya.

“Iya, saya akui salah,” kata Heny Siboro, seraya juga mempertanyakan kinerja pihak Badan Pertanahan Nasional Balikpapan dan pihak terkait lainnya yang begitu lamban merespon pengajuan izin atas lahan miliknya.

Namun Taufik menegaskan, kehadirannya hanya merespon laporan warga setempat yang bangunan rumahnya mengalami kerusakan akibat dari dampak pembukaan lahan oleh PT.SBIP Balikpapan, Jadi bukan tentang hak kepemilikan.

“Saya hadir di sini mewakili Komisi III yang menerima laporan warga tentang pembukaan lahan yang berdampak bagi lingkungan sekitarnya, di mana ada beberapa rumah warga yang mengalami kerusakan cukup parah. Jadi, bukan masalah hak kepemilikan lahan,” tegasnya.

Taufik kemudian meminta pihak Satpol PP membentangkan pita plastik berupa Police Line di lahan tersebut, dan pemilik lahan Heny Siboro untuk sementara diminta menghentikan aktivitasnya, sambil menunggu izin site plan keluar dari pihak terkait.(*/penasatu)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *