PKL Pasar Pandansari Ditertibkan, Arzaedi: Tidak Ada Lagi Yang Boleh Berjualan Gunakan Fasum dan Fasos

  • Whatsapp
banner 468x60

Kegiatan pasar Pandan Sari sebelum ditertibkan (foto,dok Ombudsman)

Balikpapan, rakyatkaltim.com – Tidak teraturnya kegiatan Pedagang Kaki Lima (PKL) dalam menjajakan dagangannya yang ada di Pasar tradisional Pandan Sari, kecamatan Balikpapan Barat, mulai hari ini resmi dilakukan penertiban oleh Pemerintah kota (Pemkot) Balikpapan, Rabu (23/6/21).

Syaiful Bahri, Asisten I Pemerintahan bersama Zulkifli Kasatpol PP, Kadis Perdagangan, Arzaedi Rahman berserta Kapolsek Balikpapan Barat pimpin langsung penertiban dibantu jajaran TNI Polri, Dishub dan Pol PP dan BPBD.

“Setelah penertiban ini tidak ada lagi yang boleh berjualan di Fasilitas Umum (fasum) dan Fasilitas Sosial (fasos). Jadi tidak ada toleransi lagi,” tegas Arzaedi Rachman.

Ia menambahkan, setelah penertiban Dinas Perdagangan akan membangun posko penjagaan disekitar pasar, hal tersebut dilakukan untuk mencegah adanya pedagang yang kembali berjualan di luar area pasar.

“Jadi posko yang dibangun bukan sebulan atau dua bulan saja beroperasi, kalau bisa sampai akhir tahun, kalau perlu keberadaan posko ditambah lagi,” ucapnya.

“Terdapat dua posko nantinya, posko pertama dibangun di kantor UPT Pasar, dan yang kedua dekat salah satu Bank yang ada di dekat area pasar

Selain itu, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, perihal pembenahan infrastruktur harus segera mengambil langkah-langkah pengamanan infrastruktur dengan memberikan rambu-rambu penanda larangan dan peringatan bagi pedagang agar tidak berjualan di luar pagar.

“Jadi kebijakan untuk berjualan di fasum dan fasos ditutup, tidak boleh ada lagi yang berjualan di fasum dan fasos,” pungkasnya.(*/ps/eds)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *