DW, Pelaku Penipuan Gendam Rp 800 Juta Ditangkap di Samarinda

  • Whatsapp
banner 468x60

Wakapolresta Balikpapan, AKBP Sebpril Sesa disampingi Kasat Reskrim Polresta Balikpapan Kompol Rengga Puspo Saputro dalam konfrensi pers, di halaman Mapolresta Balikpapan. (foto,Ist)

Balikpapan,rakyatkaltim.com – Ada saja cara yang dilakukan pelaku kejahatan untuk memiliki barang milik orang lain tanpa izin. Seperti yang dilakukan DW (34) warga Kota Samarinda yang akhirnya harus berurusan dengan Kepolisan (Polresta) Balikpapan.

Bacaan Lainnya

Pasalnya, wanita ini nekat melakukan penipuan (Gendam) terhadap korban TI (37) dengan modus melakukan Prank.

Seperti diungkap Waka Polresta Balikpapan AKBP Sebpril Sesa disampingi Kasat Reskrim Polresta Balikpapan Kompol Rengga Puspo Saputro dalam konfrensi pers, di halaman Mapolresta Balikpapan pada Senin (21/6/2021).

Prank yang dimaksud ini, seolah -olah terjadi kemalingan di rumah korban, namun faktanya itu hanya guyonan.

Untuk kronologi penipuan ini dijelaskan, bermula saat polesta Balikpapan menerima adanya laporan bahwa telah terjadi penipuan. Dan laporan tersebut langsung dilakukan langkah langkah penyelidikan oleh Tim Jatanras Polda Kaltim, dibantu Satreskrim Polresta Samarinda. sehingga pelaku dapat dibekuk di Samarinda.

Modus penipuan yang dilakukan ini yakni. Pelaku melakukan profiling anak korban. Disitu pelaku mendapatkan nomor HP anak korban.

Setelah itu, pelaku berpura -pura menelpon mengaku menjadi teman arisan ibu korban. Dimana pelaku mengajak anak korban untuk melakukan prank kepada ibunya.

Tak berfikir panjang korban, mempercai omongan pelaku terkait ajakan prank tersebut.

Disitu anak korban diminta pelaku untuk mengambil barang-barang yang ada di rumah dengan dibungkus kado. Dan setelah itu memerintahkan kepada anak korban untuk menyerahkannya ke jasa pengiriman.

Dari jasa pengiriman ini kemudian dikirim lagi keterminal untuk dikirim ke Samarinda melalui jasa pengiriman Maxim.

Awal mula pengungkapan kasus ini. Polisi melakukan indentifikasi kamera CCTV yang didekat rumah korban.

Dimana di situ didapati bahwa yang mengambil adalah jasa pengiriman Maxim, yang lengkap dengan nomor polisinya. Dari situlah tim melakukan penyelidikan dan ditemukan transfer jasa pengirman dengan nama pelaku.

“Atas dasar itu, tim langsung berangkat ke Samarinda untuk melakukan penangkapan terhadap pelaku. Akibat kejadian ini kerugian berupa perhiasan ditaksir sekitar 800 juta,” bebernya.

Dalam aksinya pelaku beraksi seorang diri dan telah diamankan di Polresta Balikpapan.

Mengambil hikmah dari kejadian tersebut. Pihaknya mengimbau kepada masyarkat dalam bersosmed agar lebih bijak.

“Jangan menyampaikan semua identitas kita di Sosmed. Karena bisa digunakan pelaku kejahatan dengan memprofiling,” tandasnya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya pelaku diancam dengan Pasal 378 KUHP tentang tindak pidana penipuan (Gendam) dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. (*/Eds)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *