Andi Harun: Ide Saya, Kawasan SKM Tidak Harus Di Relokasi Cukup Dengan Konsep Vertical Housing

  • Whatsapp
banner 468x60

foto, istimewa.

Samarinda, rakyatkaltim.com – Bekaca pada Perumahan yang ada di London Inggris, negara maju padat penduduk yang menerapkan konsep berbasis Komunitas, atau Community Land Trust (CLT) terhadap rumah yang ada di bantaran sungai dengan Vertical Housing

Bacaan Lainnya

Wali Kota Samarinda, Dr H Andi Harun menyampaikan idenya untuk mengubah pemukiman di sepanjang bantaran Sungai Karang Mumus (SKM) menjadi konsep rumah Vertical Housing atau disebut juga Community Land Trust (CLT) tanpa harus memindahkan masyarakat ke pemukiman yang lebih baik. Karena menurut dia, pemindahan atau relokasi itu justru akan menelan biaya yang jauh lebih besar.

“Kalau bapak-bapak pernah melihat Kota London di Inggris, itu di sana ada kawasan setidaknya lima kawasan yang namanya CLT. Persis modelnya kayak di Sungai Karang Mumus, di mana di sekitar bantaran sungai ada rumahnya seperti kita. Bedanya kita selama ini kan merelokasi masyarakat ke pemukiman yang lebih baik. Tapi coba saja kawasan yang sama kita bangunkan rumah berkonsep Vertical Housing. Jadi namanya adalah pemukiman berbasis komunitas,” ungkap Wali Kota saat memimpin Rapat Pemaparan Program Unggulan Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Samarinda (Disperkim) Rencana Kerja Tahun 2022, di Ruang Rapat Wali Kota, Kamis (17/6/2021) siang.

Orang nomor satu di Kota Samarinda ini juga mengatakan konsep CLT adalah menyediakan hunian yang terjangkau bagi masyarakat yang tidak mampu membeli atau menyewa hunian di lingkungan mereka. Kemudian nilai-nilai dari skema CLT dapat dipakai untuk memberikan suatu terobosan dalam penyediaan hunian terjangkau di tengah kota, imbuh Andi Harun.

“Misalnya kita ambil saja rumah hunian di kawasan yang akan kita bangun. Setelah itu bangunan tersebut, kita juga libatkan semua dari pemerintah, swasta dan masyarakat. Selain itu lahan ini nantinya dapat diperhitungkan secara komersil yakni dengan cara kita tawarkan kepada pihak swasta dengan membangun tempat wisata atau wisata kuliner. Sehingga dengan begitu, banyak hal yang bisa kita ambil dengan konsep tersebut

Pertama, tidak akan ada lagi kampung kumuh, dan kedua kita bisa memberikan masyarakat hunian yang layak, dan yang ketiga dapat meninggkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah, Red),” bebernya.

Bila konsep ini berhasil, tidak menutup kemungkinan terdapat nilai-nilai yang dapat dikutip dari skema CLT seperti penyediaan hunian terjangkau, penggunaan jangka panjang, kesejahteraan warga lokal, dan lain-lain. Yang terpenting menurut dia, skema CLT membuat masyarakat memiliki kuasa lebih terhadap lingkungannya. 

“Dengan adanya kuasa dari masyarakat, segala aktivitas dan pengembangan lingkungan akan tetap mengikuti kebutuhan dan turut mensejahterakan masyarakat yang berada di lingkungan tersebut dalam jangka waktu yang sangat panjang,” pungkasnya.

Sumber: BAR/HER/KMF-SMD.

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *