Pemerintah Akan Perluas Jaringan 5G di 4 Wilayah Strategis, Salah Satunya Ibu Kota Negara Baru

  • Whatsapp
banner 468x60

Foto: Amiriyandi Infopublik

Jakarta, rakyatkaltim.com – Pemerintah akan memperluas jaringan telekomunikasi berkualitas seluler 5G ke empat wilayah strategis. Supaya, masyarakat di wilayah terkait dapat memanfaatkan secara optimal peluang-peluang yang ada melalui jaringan di atas. 

Wilayah yang dimaksud antara lain wilayah yang memiliki pertumbuhan permintaan pasar, wilayah destinasi prioritas, lokasi industri manufaktur, dan Ibu Kota Negara Baru. 

“Memperluas dalam waktu yang tidak terlalu lama, termasuk ke wilayah destinasi prioritas seperti Danau Toba di Sumatera Utara, Borobudur di Jawa Tengah, Mandalika di NTB, Labuan Bajo di NTT, Likupang di Sulawesi Utara, dan wilayah lainnya pada 2024,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny Gerard Plate melalui Konferensi Pers secara virtual pada Senin (14/6/2021). 

Adanya jaringan telekomunikasi berkualitas, di wilayah tersebut akan memberikan layanan yang mendukung berbagai kegiatan produktif yang dilakukan masyarakat. Sehingga, masyarakat di sana bisa menggunakan teknologi seperti artificial intelegence (AI), Internet of Things (IoT), dan Big data. 

“Dapat memberikan layanan untuk mendukung industri di masa depan,” imbuhnya. 

Terkait dengan hal itu, pemerintah telah alokasikan frekuensi yang dapat digunakan untuk basic connectivity, mobile broadband speed, dan superdata layer. Yang terletak pada spektrum frekuensi 26, 28 dan 39 Ghz, termasuk untuk layanan fix broadband. 

Dengan tujuan jaringan berkualitas di atas dapat segera diperluas ke berbagai wilayah di atas. “Merupakan target dari teknologi generasi kelima ini, sehingga pemerintah yang telah selesai memberikan beberapa alokasi frekuensi,” tuturnya. 

Penggunaan alokasi tersebut, lanjut Johnny, para operator seluler dapat menerapkan kebijakan netral. Maksudnya, adalah operator seluler tidak terikat dengan jenis teknologi tertentu. Dengan begitu, memiliki kesempatan untuk memilih teknologi netral yang cocok dengan pertimbangan bisnis dan kondisi perusahaan telekomunikasi terkait. 

“Teknologi netral yang cocok dengan pertimbangan bisnis dan keadaan di lingkungan masing-masing,” tuturnya. 

Di saat yang bersamaan, pihaknya tengah melakukan pemerataan telekomunikasi berkualitas seluler 4G di seluruh wilayah dalam negeri. Dalam beberapa tahun ke depan, Kominfo secara masif membangun infrastruktur telekomunikasi mulai dari Base Transceiver Station (BTS), jaringan fiber optik, hingga satelit. 

Selesainya pembangunan itu, akan membuat seluruh wilayah dapat menikmati jaringan berkualitas 4G. Sehingga, setiap penduduk dimanapun dapat mengakses ruang digital untuk berbagai kegiatan produktif. 

“Semoga kita dapat semakin mewujudkan akses telekomunikasi yang lebih berkeadilan yang menjembatani kesenjangan digital divide,” tuturnya. (Tri Antoro/Untung.S/Infopublik)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *