Kembali Rapat Satgas Covid-19, Andi Harun Minta Satpol PP Lakukan Penajaman

  • Whatsapp
banner 468x60

SAMARINDA —  Penanganan Covid-19 di kota Samarinda menjadi prioritas Wali Kota Samarinda Dr Andi Harun dan Wakilnya Dr Rusmadi yang juga masuk prioritas program 100 hari kerja mereka. Setelah dilantik 26 Februari lalu, kembali berdua memimpin langsung rapat Satgas Covid-19 untuk kedua kalinya di Balaikota, Rabu (3/3/2021).

“Ini adalah rapat yang kedua kalinya. Karena kami menganggap penanggulangan Covid-19 ini penting. Bukan hanya penanganan kesehatannya termasuk memutus mata rantai penyebaran juga warga yang terdampak, ada pula pemulihan ekonomi dan penanganan pendidikan,” ucap Andi Harun ketika memberikan arahan.

Berbicara upaya memutus rantai penyebaran, Andi Harun menegaskan perlunya dilakukan penajaman oleh Satpol PP.

“Patroli ini merupakan grup kecil dari rencana operasi besar. Patroli ini bisa kita bagi-bagi personilnya dengan blocking area atau patroli berbasis wilayah sebagai bagian dari rencana operasi besar. Dari giat ini tentunya ada peningkatan potensial outputnya,” tegas mantan Wakil Ketua DPRD Kaltim ini.

Misalnya, lanjut Andi Harun, suatu daerah yang biasanya warganya banyak tidak pakai masker setelah ada patroli ini berubah banyak memakai masker.

“Atau suatu daerah yang suka bergerombol, setelah giat ini tidak ada lagi yang bergerombol. Inilah yang kita harapkan,” terang Andi Harun dihadapan Sekda Kota Samarinda Sugeng Chairuddin bersama OPD terkait.

Selain patroli sambung Andi Harun lagi agar dilakukan razia atau operasi Yustisi bersama TNI dan Kepolisian setiap hari.

“Dirikan juga posko-posko. Seperti di pasar maupun di Citra Niaga, agar aktivitas perekonomian di masyarakat tetap jalan dan upaya memutus rantai penyebaran Covid pun jalan dengan memantau pelaku usaha dan masyarakat tetap protokol kesehatan,” ungkap Andi Harun.

Andi Harun pun menyampaikan komitmen dalam mendukung anggarannya. “Pemerintahan kita ini berpihak kepada masyarakat dan benar-benar serius dalam penanggulangan Covid-19,” tandasnya.

Termasuk lanjut Andi Harun dalam pembentukan Kampung Tangguh di tingkat kelurahan untuk memperkuat lagi memutus mata rantai penyebaran. Dimana ada pula dilakukan oleh Polres Samarinda.

Di kesempatan itu, Rusmadi menekankan agar dalam penggunaan anggaran lebih efektif dan efisien.

“Anggaran jangan salah sasaran. Misalnya seperti penyemprotan disinfektan. Tak perlu BPBD melakukan penyemprotan di masyarakat, namun yang tidak terjamah RT seperti kafe-kafe bandel, Citra Niaga dan fasilitas umum lainnya.

“Selain melakukan penyemprotan sekalian sosialisasi. Sedangkan di lingkungan masyarakat bisa oleh kampung Tangguh. Karena konsepnya kampung tangguh bagaimana kita membangun prakarsa dan partisipasi warga,” terang mantan Sekda Provinsi Kaltim ini.

Selain itu, Wawali juga menekankan bagaimana pemulihan perekonomian.

“Kita pemerintah harus hadir bagaimana bisa membantu UMKM kita yang terdampak Covid-19. Kita harus bantu sehingga kembali bersemangat untuk berusaha lagi. Saya memberikan perhatian khusus terhadap pemulihan ekonomi, karena banyak yang terganggu tidak bisa melanjutkan usaha. Kita lakukan identifikasi untuk dibantu,” ucapnya.

Begitu pula terhadap pasar tradisional dan pasar modern agar tetap patuh terhadap protokol kesehatan.

“Tidak pakai masker, ditindak aja. Harapan kami agar bisa terbentuk pasar tangguh Covid-19. Bukan satu-dua, tapi semuanya,” pinta Rusmadi.
Dalam rapat itu pula, Rusmadi meminta  dilakukan validasi warga miskin agar bantuan tepat sasaran. “Kasihan yang benar-benar perlu bantuan malah tidak terdata,” tandasnya.

Selain membahas program aksi termasuk anggarannya, dalam rapat tersebut membahas program vaksinasi.(don/kmf-smd)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *