Niatnya Dapat Uang Dengan Nonton Video, empat Warga Samarinda Tertipu Puluhan Juta

  • Whatsapp
banner 468x60

Foto: empat warga Samarinda melapor akibat merasa teritu jutan di aplikasi uang saku (Muhammad Budi Kurniawan)

Samarinda – Akhir-akhir ini kita sering mendengar tentang penipuan TikTok Cash maupun diblokirnya Vtube. Kedua aplikasi ini menawarkan investasi dengan keuntungan besar dalam waktu singkat hanya dengan menonton iklan dan video di aplikasi tersebut. Hal itulah yang terjadi oleh empat orang warga Samarinda.

Dengan mendatangi Forum Kemitraan Polisi Masyarakat (FKPM) Pelita, kelima orang tersebut melapor lantaran merasa tertipu oleh aplikasi Uang saku yang bersekemakan ponzi.

Uang saku sendiri merupakan aplikasi yang mencari member dengan menjanjikan uang tiap hari dengan hanya menonton video di YouTube dan Tiktok yang telah disediakan aplikasi tersebut. Member pun harus menyetorkan sejumlah uang dari ratusan ribu hingga jutan dengan melakukan top-up pada aplikasi sebagai sarat pendaftaran member VIP.

Namun belakangan, diketahui Aplikasi Uang Saku tersebut teleh tutup pada 15 Febuari 2020 lalu. Dan membuat para member ini kebingungan lantaran uang mereka belum kembali.

Salah satu member Rudi warga jalan Wahid Hasim yang pertama kali ikut bergabung dalam uang saku di wilayah Samarinda menjelaskan, awal mula ikut memang mendapatkan sejumlah uang dari aplikasi Uang Saku. Rudi sendiri bergabung dan menjadi member sejak bulan November 2020.

Untuk menjadi member VIP, Rudi menjelaskan para member bisa memilih tingkatan level dari VIP 1 hingga VIP 10.

“Kalau VIP 1 member menyetor 200 ribu rupiah dengan penghasilan sehari 8 ribu, dan yang paling tinggi VIP 10 member harus setor 99 juta, dengan penghasilan 5 juta perharinya dengan hanya menjalan misi (menonton bvideo),” jelas Rudi saat berada di Pos FKPM, Senin (22/2/2021).

Alasan itulah, Rudi pun mengajak rekan-rekannya untuk ikut bergabung, lantaran telah tiga bulan bergabung dan telah menerima sejumlah uang dari aplikasi tersebut.

“Teman saya ada yang ikut VIP 3 dengan menyetor 6 juta rupiah, namun baru seminggu ternyata aplikasinya tutup,” tuturnya.

“Bahkan ada yang menjual sapinya hanya karena ingin ikut dengan level yang lebih tinggi,” tambahnya.

Fany warga lambung, yang ikut melapor, mengatakan mengalami kerugian 10 juta rupiah. Dengan menjadi 2 member VIP sekaligus.

“Baru satu minggu ikut, itu pun baru nemerima 1 juta, tapi ujung-ujungnya aplikasinya di tutup,” singkatnya.

Ketua FKPM Pelita, Marno Mukti mengatakan, total ada empat orang yang melapor seluruhnya mengalami kerugian 22 juta rupiah, namun ada beberapa orang lagi yang tertipu namun tidak ikut melapor.

“Kami sarankan kelimanya melaporkan kasus ini ke diskominfo Samarinda dan Polres untuk ditindak lanjuti,”

Marno menghimbau kepada masyarakat Samarinda agar tidak mudah terpancing dengan aplikasi yang menerapkan skema Ponzi yang tidak terdaftar OJK.

“Jangan mudah terpengruh dengan aplikasi yang meminta uang pendaftaran hanya keran di iming-iming uang perhari,” himbaunya.(*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *