Maraknya Guest House, Dijadikan Ladang Protitusi Online, Satpol-PP Belum Lakukan Razia, Ini alasanya

  • Whatsapp
banner 468x60

Foto: Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat, Yosua Laden (Muhammad Budi Kurniawan)

Samarinda – Seperti tidak ada habisnya prostitusi online di Samarinda yang tumbuh subur. Yang menjadi mengerikan lagi belakang ini seringnya terungkap anak dibawa umur menjadi pelaku protitusi online

Hal itu pun seperti sudah menjadi konsumsi umum bagi masyarakat, terlebih adanya pembiaran oleh pihak terkait seperti Satpol-PP dan OPD lainnya, dalam melakukan tindakan seperti razia atau himbauan kepada pemilik penginapan dan hotel.

Media ini pun berusaha mencari informasi terkait pembiaran itu, di temui di ruangannya, Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Samarinda, Yosua Laden mengatakan pihaknya mengaku kesulitan melakukan tindakan (razia) ke guest house dan hotel-hotel di Samarinda akibat terbaginya anggota yang saat ini menangani pembongkaran SKM, dan penerapan protokol covid.

“Untuk tahun ini kami memang belum sama sekali melakukan razia, di penginapan dan hotel-hotel di Samarinda, soalnya kami juga lagi mengurus pembongkaran SKM dan penertiban di masa covid,” jelas Yosua saat di temui Selasa (23/2/2021).

Ia menjelaskan, selain kuruang nya personil, pihak Satpol-PP pun tidak dapat bergerak tanpa koordinasi kepda pihak Dinas Perizinan dan Dinas Pariwisata.

“Nanti kami koordinasikan dulu, karena GH dan Hotel ini kan dibawah dinas perizinan dan pariwisata, Soal maraknya prostitusi di penginapan dan hotel, mungkin saja mereka menutup mata lantaran masa pandemi yang membuat pamasuka mereka menurun,” bebernya.

Lebih lanjut, Yosua menerangkan pihaknya bukan ingin menutup mata atas peristiwa yang belakangan terjadi. Namun ia akui bahwa Satpol PP tidak dapat bekerja sendiri.

“Prostitusi online ini sudah kita tau dari 2018, dan saat itu juga kami sudah laporkan ke Walikota Samarinda, namun saat ingin menindak kami terkendala oleh prosedur, yang mengharuskan koordinasi kepada OPD terkiat,” terangnya.

“Satpol PP gak bisa gerak sendiri, jika kami amankan mereka (pelaku prostitusi online) ini kan harus koordinasi lagi sama dinas sosial, nah kalau di bawah umur lanjut lagi ke dinas pemberdayaan, karena prosedur kita cuman bisa mengamankan 1x 24 jam, lebih dari itu mereka kita keluarkan,” tambahnya.

Yosua menambahkan, hingga samapy saat ini, pihaknya pun belum mendapatkan laporan aduan dari masyarakat yang resah adanya penginapan yang dijadikan wadah transaksi bisnis prostitusi.

” Kalau laporan belum ada, tapi jika ada kami siap melakukan pengamanan namun juga tetap melakukan koordinasi dengan RT setempat dan aparat kepolisian,” pungkasnya.(*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *