Polsek Pelabuhan Samarinda Berhasil Amankan Tiga Pemalsu Hasil Rapid Antigen Saat Hendak Menuju Pare-Pare

  • Whatsapp
banner 468x60

Foto: Kapolsek KP Samarinda Kompol Aldi Alfa Faroqi saat mengelar rilis pengungkapan khasus pemalsuan hasil rapid antigen di pelabuhan Samarinda (Muhammad Budi Kurniawan)

Samarinda – Tiga pria Asal Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) diamankan Polsek Pelabuhan Samarinda lantaran memalsukan hasil rapid antigen atau PCR covid-19. Ketiganya yakni A (40), L (20) J (20)

“Kita amankan tiga orang, dua orang merupakan calon penumpang, dan yang satu lagi merupakan operator yang membuat surat keterangan rapid antigen palsu,” jelas Kapolsek KP Samarinda Kompol Aldi Alfa Faroqi saat mengelar rilis Rabu (10/2/2021).

Ia menerangkan, awal mula pengungkapan khasus pemalsuan rapid antigen ini, saat kedua tersangka L dan J hendak melakukan perjalanan menuju Pare-Pare melalui pelabuhan Samarinda pada Minggu (7/2/2021).

“Jadi ke duanya ini kita amankan terlebih dahulu, saat hendak menuju Pare-Pare. Ketika anggota KPP hendak melakukan validasi pemeriksaan didapati hasi rapid antigen yang mereka bawa itu ternyata palsu,” ungkapnya.

Setelah mengamankan L dan J, Kepolisian langsung melakukan penyelidikan lebih lanjut dan tak lama polisi pun mengamankan A yang merupakan operator pembuat hasil keterangan rapid antigen palsu tersebut.

“Kita amankan pelaku (A) dikediamannya di Kecamatan Loa Janan Ilir dihari itu juga, dari tangan pelaku kita juga mengamankan barang bukti, CPU dan alat printer yang digunakan pelaku memalsukan surat rapid antigen,” jelasnya.

Kepada kepolisian, ketiga pelaku ini mengaku sudah menjalankan bisnis tersebut dari bulan Januari 2021. Dan telah memalsukan 9 surat keterangan hasil rapid antigen dengan keuntungan 700 ribu rupiah.

“Pengakuan pelaku A, uang hasil pemalsuan itu di gunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Saat diamankan uang hanya tersisa 90 ribu,” bebernya.

Ketiganya kini telah diamankan di Polsek Pelabuhan Samarinda, dan ketiganya terancam dengan pasal 263 ayat 1 atau 269 ayat 1 KHUP dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *