Gak Mau di Cium, Suami Asal Samarinda Tega Aniaya Istri dan Bayi Berumur 4 Bulan

  • Whatsapp
banner 468x60

Foto: AM saat dijemput Polisi lantaran menganiaya Istri dan anaknya (Muhammad Budi Kurniawan)

Samarinda – Seorang pria berinisial AM (19) warga Samarinda, Kaltim, tega aniaya istri dan bayinya yang masih berumur 4 bulan, lantaran sang istri berinisial NH (17) tak mau di cium dan di peluk.

“Dia ga mau dicium dan dipeluk, dari itu saya jengkel dan aniaya dia dan anak saya,” jelas AM saat diamankan di pos FKPM pada Rabu (10/2/2021).

Tak samapi disitu, sejak menikah sirih pada 3 tahun lalu. AM mengaku kerap menganiaya istri dan anaknya. Dengan cara menceke leher sang istri dan anak lantaran hal-hal sepel.

“Kalau cekek lebih dari 3 kali pak, pernah juga saya sayat paha istri dengan pisau, dan mencelupkan kepala sang bayi kedalam bak mandi, terus injak perut, dan gigit telinga” ungkapnya.

Kepada Media ini, AM yang bekerja sebagai tukang servis handphone, mengaku sering kesal kepada istri lantaran tak pernah menurut perkataannya. Hingga sampai nekat menganiaya istri dan anaknya. Puncaknya pun terjadi pada Rabu pagi (10/2). Hingga akhirnya sang istri melaporkan penganiayaan tersebut kepada pihak berwajib.

Dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Yuliansyah, melalui Kanit PPA, Iptu Teguh Wibowo
menerangkan saat ini istri pelaku (NH) tengah berada di Mapolres untuk dimintai keterangan terkait penganiayaan tersebut.

“Dari pengakuan istri, penganiayaan terjadi dari jam 6 pagi hingga 11 siang, pada Rabu (10/2). Lantaran terus dianiaya, istri AM pun nekat melocat ke luar jendela kamar, dan berteriak meminta pertolongan,” ucapnya saat di hubungi Rabu malam (10/2/2021).

Teguh menerangkan, akibat penganiayaan tersebut, bayi AM mengalami luka serius dan telah di larikan rumah sakit oleh warga setempat.

“Saat ini kondisi bayi tengah di rawat, lantaran mengalami luka di kepala dan badan,” bebernya.

“Kami juga sudah jemput pelaku, yang sudah lebih dulu diamankan di Pos FKPM Pelita Samarinda, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” tandasnya.(*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *