Bahayanya Grub WhatsApp para Remaja di Samarinda, Minta PAP Hingga Ajak Berhubungan, Polisi Minta Orang Tua Awasi

  • Whatsapp
banner 468x60

Foto: Ibu Bunga dan AD saat berada di pos FKPM Pelita (Muhammad Budi Kurniawan)

Samarinda – Dengan emosi yang memuncak, Seorang Ibu datang ke
Forum Kemitraan Polisi Masyarakat (FKPM) Pelita. Melaporkan tindakan pelecahan seksual yang di alami anaknya sebut saja Bunga (14) yang dilakukan remaja berinisial AD (21) melalui pesan singkat WhatsApp dan media sosial pada Senin malam (8/2/2021).

Diketahui Bunga dan AD baru sehari kenal lewat grub WhatsApp. Namun entah apa yang membuat AD dengan tanpa pikir panjang langsung merayu meminta foto pribadi Bunga tanpa busana (PAP), Bunga yang masih polos itu pun tanpa sadar termakan rayuan AD dan mengirimkan foto alat kelaminnya kepada AD.

Beruntungnya Bunga yang menyadari kesalahannya itu, langsung menghapus foto yang tidak senonoh itu. Akan tetapi AD yang tak kehabisan akal kembali mencoba menghubungi Bunga melalui akun messenger Facebook dan mengirimkan foto alat kelaminnya.

Hal itu lah yang membuat Ibu Bunga emosi lalu melaporkan tindakan AD ke pos FKPM Pelita. Dari penuturan Ibu Bunga kepada Detikcom, awal mula mengetahui kejadian tersebut, dirinya sudah lebih dahulu menyadap WhatsApp anaknya Bunga.

“Untung aja mas saya sadap, kalau engga mungkin anak saya ini udah di rayu dan di ajakin hal-hal yang senonoh oleh dia,” ucap Ibu Bunga dengan wajah memerah kepada wartawan, Senin (8/2/2021).

Kepada FKPM Pelita, AD pun menerangkan ia, baru pertama kali meminta foto nyeleneh itu kepada wanita. Dari pengakuannya pun  hanya untuk mengkoleksi.

“Nomor dia (Bunga) Dapat di grub pak, terus saya hubungi dan saya minta foto barangnya, untuk saya simpan,” jelas remaja 21 tahun itu kepada FKPM.

Setelah dilakukan pengecekan, di dalam grub WhatsApp tersebut, ternyata diketahui tidak hanya bunga dan AD saja yang mengerimkan foto tidak senonoh itu. Lantaran hal serupa pun dilakukan beberapa teman Bunga lainnya.

“Saat kita tanyakan ke bunga, di diajak temannya untuk masuk Grub itu, dan memang isi grub itu banyak foto-foto tidak senonoh dari teman-teman Bunga” ungkap Ketua FKPM Pelita, Marno Mukti.

“Hampir semua yang ada di grub itu anak di bawah umur, saat ini kita masih mencari keberadaan teman-teman Bunga dan sebagai sudah pernah melakukan hubungan layaknya suami istri,” bebernya.

Lebih lanjut, Marno menerangkan, dari hasil mediasi pihak ibu bunga akan melanjutkan khasus ini ke jalur hukum. Lantaran tidak ingin adanya Bunga-bunga lainya yang menjadi korban.

“Mediasi ini akan di lanjutkan besok di PPA Polresta Samarinda, lantaran korban ingin di lanjutkan ke jalur hukum,” tutupnya.

Dihubungi terpisah, Kanit PPA Polresta Samarinda, Iptu Teguh Wibowo menerangkan, pihaknya belum menerima laporan terkait khasus tersebut.

“Belum ada terima laporan, namun jika ada akan kami proses, atau melakukan mediasi,” jelas Teguh saat di hubungi Selasa sore (9/2).

Lebih Lanjut, Teguh juga mengingatkan kepada para orang tua untuk dapat mengawasi dan memantau pergaulan sang anak agar kenakalan remaja dapat di hindari.

“Pentingnya orang tua mengawasi anak-anak mereka, lantaran hal seperti itu, biasanya terjadi karena kurangnya pantauan,” tutupnya.(*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *