Dua Hari Samarinda steril, Kemana Jaang?

  • Whatsapp
banner 468x60

Foto: Kondisi jalan Samarinda yang sempat melakukan pembatasan aktifitas (Muhammad Budi Kurniawan)

Samarinda – penetapan “Kaltim Steril” telah usai. Kemana Walikota Samarinda. Hal itu lah yang menjadi buah bibir masyarakat Samarinda. Saat Samarinda melakukan kebijakan pembatasan aktifitas, namun walikota dua periode itu tak kunjung terlihat.

Saat perwata ini menanyakan keberadaan Sayharie Jaang, kepada Asisten I Pemkot Samarinda, Tejo Sutarnoto, ia mengatakan bahwa saat ini Walikota Samarinda tengah berada di Kota Jogjakarta.

“Terakhir kunjungan kerja ke jogja.
Ke jogja ini dalam rangka menindaklanjuti perkembangan covid yang cukup tinggi. Kita kan dari kemarin mau kesana rencana mau membeli alat genos itu. Yang dibuat tim UGM. Dalam rangka mempercepat pengetahuan tracing di masyarakat,” ucap Tejo saat di hubungi para perwata Senin (8/2/2021).

Ia menerangkan, saat ini covid di Kaltim khususnya Samarinda, sangat menghawatirkan, lantaran khasus penambahan yang kian hari semakin meninggi. Dan alasan itulah yang membuat Jaang pergi kesana.

“Untuk kesehatan masyarakat samarinda juga. Bukan jalan-jalan, tidak. Jadi dipahami lah. Kalau semuanya tes antigen, PCR, kan biayanya gak sedikit. Kalau ini, hanya 15 detik sudah bisa diketahui, dan hanya berbiaya 20rb saja,” ungkapnya.

“Bukan sekedar menghindari tanggung jawab, tentang lockdown,” tambahnya.

Menangapi keluhan masyarakat terkait pembatasan akses, ia menjelaskan bahwa hal itu sudah yang paling tepat.

“kemarin kan sudah jalan tidak masalah. Masyarakat sudah patuh dan taat, hampir 80%. Tempat-tempat usaha bisnis tutup. Baik mall pasar, tutup. Hanya beberapa persen yang nekat berjualan. Terutama Pasar segiri dan pasar pagi, itupun sudah kita kunjungi berikan pengarahan, oleh dandem, korem, supaya taat prokes,” paparnya.

Iya menerangkan bahwa kebijakan Gubernur Kaltim terkait “Kaltim Steril” itu dianggap suskse dilakukan, walapun ada sebagian masyarakat yang masih nekat keluar rumah.

“Sabtu itukan sepi pagi. Nah minggu itu ada yg keluar tapi tidak seberapa. Bisa dikatakan sukses, kalau dari sebelumnya melihat masyarakat yang penuh,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menerangkan, terkait UMKM yang mengalami kerugian akibat penutupan selama dua hari. Meminta mereka untuk memaklumi.

“Ya kita menyadari kondisi itu. Siapapun punya usaha itu pasti mengeluhkan. Termasuk pengelola mall besar dan yang lain-lain semuanya tutup, tentu juga dari sisi bisnis rugi,” ujarnya.

“Tapi bagaimanapun instruksi bukan hanya dari pak gubernur, dari pak presiden pun ada. Karena Kaltim masuk 4 besar. Itulah harapannya adalah penyebaran covid19 itu menurun,” tutupnya.(*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *