Simpan Sabu di Kotak Rokok dan Disaku Celana, Dua Pria Asal Samarinda Diciduk Polisi

  • Whatsapp
banner 468x60

Foto: IH dan NW pengedar sabu-sabu di wilayah Samarinda berhasil di ciduk kepolisian Polsek Sungai Pinang (istimewa)

Samarinda – Malang sekali nasib kedua pria asal Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). Keduanya yakni berinisial IH (22) dan NW (41) harus berurusan dengan pihak kepolisian lantaran kedapatan membawa narkotika jenis sabu-sabu sebanyak 15 Poket.

Pengungkapan khasus itu berawal pada hari Minggu 28 Januari 2021, sekitar pukul 01.15 Wita, jajaran Polsek Sungai Pinang mendapatkan informasi bahwa di jalan Padat Karya, kelurahan Sempaja Utara, kecamatan Samarinda Utara, sering kali terjadi transaksi narkoba.

Dan benar saja, polisi yang sudah mengantongi nama pengedar disana, berhasil menangkap IH di kediamannya. serta mengamankan sabu yang disimpan di kotak rokok.

“Kami menggeledah pelaku (IH) dan menemukan satu kotak rokok yang berisi 14 poket sabu-sabu, di bawah tempat tidur pelaku,” ungkap Kapolsek Sungai Pinang Kompol Rengga Puspo Saputro saat dikonfirmasi Rabu (3/2/2021).

Tak samapi disitu, Kesokan harinya pihak kepolisian kembali melakukan pengintaian di wilayah yang sama. Dan hasilnya polisi berhasil mengamankan NW dengan barang bukti 1 Poket sabu.

“Pelaku berhasil mengamankan satu poket sabu-sabu, dikantong celan pelaku (NW),” ujarnya.

Lanjut Rengga, setelah diamankan dan dilakukan interogasi, diketahui NW merupakan residivis kambuhan yang kerap mencuri dan digunakan untuk mengkonsumsi obat-obat terlarang.

“Pelaku (NW) merupakan residivis kasus pencurian, dan kerap beraksi, uang hasil pencurian itu digunakanny untuk membeli barang haram tersebut,” terangnya.

Rengga menjelaskan, dari penangkapan selama dua hari itu, pihaknya mengamankan 15 poket sabu-sabu dari dua tersangka.

“Total yang didapat dari kedua pelaku adalah 15 poket, dengan 6 gram bruto. Jadi pelaku Indra ini sebagai pengedar, sedangkan residivis NW sebagai pengguna,” tandasnya.

Atas perbuatannya tersebut, kini IH harus mendekam didalam penjara, dan dijatuhi pasal 114 ayat (1) junto pasal 112, dengan hukuman penjara paling lama 12. Sedangkan NW dijatuhi pasal 127 dengan hukuman penjara paling lama 4 tahun.(*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *