Gunakan Obat Penenang,
Pria Samarinda Cabuli Anak Tiri 4 Kali, Sempat di Amuk Keluarga Istri

  • Whatsapp
banner 468x60

Foto: AF saat diamankan Polsek Samarinda Kota (istimewa)

Samarinda – Entah apa yang ada dibenak pria berinisial AF (39), Dirinya dengan tega mencabuli anak tirinya sebut saja (Bunga) di kediamannya yang berada di Jalan Oto Iskandar Kelurahan Sidodamai Kecamatan Samarinda Ilir.

AF tega mencabuli anak tirinya yang berusia 13 tahun saat keadaan rumah kosong. Berbekal obat penenang pelaku kemudian meminumkan korban.

“Pelaku ini (AF), mencabuli anak tirinya saat rumah keadaan kosong, dengan memberikan minuman yang sudah diberi obat pemenang, kemudian setelah korban tidur, pelaku langsung membuka celana korban dan menyetubuhi nya,” jelas Kanit Reskrim, Iptu Rifka Widyadhira saat menggelar press rilis, Sabtu (22/1/2021)

AFditangkap jajaran kepolisian Polsek Samarinda Kota, pada Selasa (19/1/2021).
Kepada aparat kepolisian, AF mengaku telah mencabuli RA sebanyak 4 kali. Dengan cara yang sama yaitu dengan memberikan obat penenang.

“Pengakuan pelaku sudah 4 kali menyetubuhi anak tirinya, dan seluruhnya di lakukan di rumahnya yang berada di Jalan Oto Iskandar,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Rifka menjelaskan saat mengamankan AF, pria dua anak itu sempat menjadi bulan-bulanan keluarga yang kesal dengan kelakuannya.

“Saat kita jemput, pelaku sempat di amuk keluarga sang istri, namun langsung kita cepat amankan,” terangnya.

Perbuatan AF terungkap setelah korban bangun dari tidurnya dan mendapati bahwa dirinya hanya menggunakan pakaian dalam dan tidur bersama ayah tirinya.

“Merasa dicabuli, korban kemudian
melapor kepada ibunya bahwa dirinya sudah tidak perawan lagi lantaran telah ditiduri oleh pelaku”, jelasnya.

“Pelaku melakukan pencabulan dari bulan November sampai dengan Desember 2020, dan terhakir pelaku melakukannya lagi di tanggal 19 Januari 2021” Sambungnya.

Atas perbuatannya tersebut, AF dikenakan pasal 81 ayat 3 juncto pasal 76D Undang-Undang RI, tentang perlindungan anak dengan hukuman penjara minimal 5 Tahun dan paling lama 15 Tahun.(*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *