Vaksinasi Perdana Di Samarinda, Walikota Berharap Vaksin Bisa Melindungi Masyarakat

  • Whatsapp
banner 468x60

Rakyatkaltim.com, Samarinda — Pemkot Samarinda memulai program vaksinasi Covid-19 pada hari ini, Kamis(14/01), di aula rumah jabatan Walikota Samarinda yang disiarkan secara live streaming via akun Youtube dan Facebook Pemerintah Kota Samarinda.

Sedikitnya ada sebanyak 15 orang yang terdiri dari pejabat Pemerintah, para dokter dan tokoh masyarat yang mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 perdana pagi tadi.

Sementara, orang pertama yang divaksin dalam kesempatan tersebut adalah Ketua IDI (Ikatan Dokter Indonesia) Kota Samarinda, dr Handy Wiradharma lalu lanjut Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Samarinda dr Osa Rafshodia dan Sekretaris Daerah Samarinda Sugeng Chairuddin

Walikota Samarinda, Syaharie Jaang dalam sambutannya menaruh harapan agar vaksin tadi bisa melindungi masyarakat Samarinda agar bisa terbebas dari pandemi Covid-19. Oleh itu, ia meminta kepada aparat Pemerintah mulai dari Camat dan Lurah agar bisa mensosialisasikan program vaksin tadi ke kalangan masyaralat agar bisa diterima dengan baik.

“Alhamdulillah untuk tahap pertama Kota Samarinda mendapatkan 12.000 dosis vaksin yang siap disuntikan ke para tenaga kesehatan terlebih dahulu. Insya Allah yang lain juga akan mendapatkan jatah yang sama tinggal menunggu giliran,” ucap Walikota.

Jaang sendiri mengakui jika dirinya berharap bisa disuntik vaksin hari ini.

“Tapi berhubung saya ini alumni Covid-19 jadi tidak bisa disuntik vaksin,” tambah Jaang.

Walikota dua periode ini menyampaikan, jika kondisi Samarinda saat ini masih belum aman dari penyebaran covid 19. Hingga kemarin ada 4 Kecamatan yang masih terdeteksi sebagai zona merah. Begitu pun dengan pasien Covid-19 yang dirawat, saat ini sedikitnya ada sebanyak 500 pasien. Sedangkan kasus yang meninggal dunia lanjut Jaang, sudah ada sebanyak 359 jenazah yang dimakamkan di Serayu, Kelurahan Tanah Merah.

“Jadi dengan program vaksin hari ini bukan berarti kita sudah bisa meninggalkan protokol kesehatan. Melainkan gerakan 3M harus tetap dikedepankan,” pintanya.

Terlepas dari itu, ia juga mengaku bersyukur di masa pandemi kini fasilitas kesehatan di Samarinda bertambah lengkap. Selain memiliki sarana laboratorium di Jl Pelita dan pusat karantina di Sungai Siring. Kini sambung dia, Pemkot memiliki tambahan 1 unit mobil PCR hibah dari perusahaan farmasi yang nantinya bakal ditaruh di Rumah Sakit Daerah IA Moeis. (cha/kmf-smd)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *