Vaksinasi Tahap Satu Besok Digelar, Padilla Terangkan Tahapan Vaksin Selanjutnya

  • Whatsapp
banner 468x60

Foto: Sejumlah Pejabat Kaltim hadir dalam Konferensi pers terkait tahap vaksin di Kaltim (istimewa)

Rakyatkaltim.com, Samarinda – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur menggelar Konferensi Press perihal pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di daerah Kaltim, pada Rabu (13/01/2021).

Konferensi tersebut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Padilah Mante Runa. Perwakilan Pemprov oleh Sekretaris Pemprov (Sekprov) Kaltim Muhammad Sa’bani. Kemudian didampingi Kepala Diskominfo Kaltim Muhammad Faisal, Ketua IDI Kaltim Nataniel Tandirogang, Ketua MUI Kaltim K.H. Hamri Has, dan oleh pihak terkait lainnya.

Padilah selaku pimpinan jalannya konferensi, menjelaskan 4 tahap mekanisme vaksinasi Covid-19 di Kaltim yang akan diawali besok (14/01/2021), yang telah memasuki tahap 1. Kemudian ketentuan sasaran yang mendapatkan vaksinasi Covid-19 di 8 kota di Kaltim. Lalu pelaksaanaan vaksinasi Covid-19 di Kaltim sesuai arahan pusat.

“Kelompok prioritas penerimaan vaksinasi Covid-19 tahap 1 adalah tenaga kesehatan (Nakes), asisten tenaga kesehatan, tenaga penunjang serta Mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan profesi kedokteran yang bekerja pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan, dengan waktu pelaksanan pada bulan Januari hingga April 2021,” jelas Padilah saat memimpin konferensi Rabu (13/1/2021).

Lebih lanjut, Padilah menjelaskan mengenai tahap vaksinasi Lanjut ke 2,3,dan 4. Pihaknya mengikuti keputusan yang telah di sepakati dari pusat.

“Tahap 2 dengan waktu pelaksaanan Januari-April 2021, yaitu petugas pelayanan publik yaitu, TNI, KAPOLRI, aparat hukum, dan petugas publik lainnya yang meliputi petugas di bandara/pelabuhan/stasiun/terminal, perbankan, perusahaan listrik negara, perusahaan daerah air minum, dan pertugas lain yang terlibat secara langsung dengan masyarakat.” bebernya.

Selanjutnya tahap ke 3 dan ke 4, rencananya akan di laksanakan pada bulan April 2020 hingga Maret 2022 mendatang.

“Kemudian tahap 3 dengan waktu pelaksanaan April 2021 hingga Maret 2022, dengan sasaran vaksinasi adalah masyarakat rentan dari aspek geospasial, sosial, dan ekonomi,” paparnya.

“Dan tahap 4 dengan waktu pelaksanaan April 2021-Maret 2022, dengan sasaran vaksinasi adalah masyarakat dan pelaku perekonomian lainnya dengan pendekatan kluster sesuai dengan ketersediaan vaksin,” tandas Padilah dalam Konferensi pers.

Sementara itu, terkait 10 kota yang sebelumnya dijadwalkan mendapat jatah vaksinasi di Kaltim berkurang menjadi 8 kota, Padilah menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan ranah Kementrian Kesehatan untuk menentukan sikap.

“Itu dari kementrian kesehatan yang atur, untuk mendata jumlah Nakes. Dan vaksin 8 kota itu sudah ada patokannya,” terangnya.

Selanjutnya, mengenai halal dan haramnya bahan yang terkandung dalam vaksinasi yang dipersoalkan masyarakat, telah diluruskan oleh Hamri Has.

“Intinya vaksin itu suci dan halal. Tidak usah diragukan lagi, sudah melewati uji dari B-POM dan pihak-pihak terkait,” pungkasnya. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *