Pria Asal Kaltara Ngamuk, Akibatkan 8 Orang Terluka dan 64 Rumah Hangus Terbakar

  • Whatsapp
banner 468x60

Foto: Kondisi Pelaku saat berada di Rumah Saki Umum Kabupaten Nunukan (istimewa)

Rakyatkaltim.com, Nunukan – Andi Sudarmin (44), pria asal Nunukan Kalimantan Utara (Kaltara) tanpa sebab mengamuk hingga lukai 8 warga dan menyebabkan 64 Rumah terbakar di Jalan Pasar Sentral Inhutani RT. 10 Kelurahan Nunukan Utara Kecamatan Nunukan Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara pada Minggu (10/11/2021).

Kejadian bermula saat Andi yang berada di rumah menyuruh istrinya untuk memasak air. Namun seketika Andi saat itu memeluk istrinya dan berkata “Sabar ya nanti kau itu mati”. Akibat takut dengan ucapan sang suami, istri Andi pun langsung menghubungi keluarga untuk meminta pertolongan.

“Saat kelurga istri pelaku datang, dan sempat berbincang, tiba-tiba pelaku ini pergi ke dapur untuk mengambil sebuah parang, hingga membuat istri dan iparnya lari,” jelas Kapolres Nunukan, AKBP Saiful Anwar, saat di konfirmasi Senin (11/1/2021).

Tak samapi disitu Andi yang membawa parang itu kemudian berkeliling kampung dan melukai warga yang dijumpainya.

“Total ada 8 warga yang terluka, termasuk iparnya,” ucapnya.

Akibat amukan Andi, rumahnya pun seketika kosong, dan membuat kompor yang tengah digunakan itu membakar rumah Andi dan 63 rumah lainnya. Mendapatkan informasi kejadian tersebut, Salah seorang anggota kepolisian Polres Nunukan Bripka Indra tiba di lokasi untuk menenangkan Andi. Namun Andi malah mengejar polisi tersebut dan para warga.

“Melihat kondisi tak kondusif, Anggota kami pun kembali ke Polsek untuk mengambil senjata, guna melumpuhkan pelaku,” tuturnya.

Saat mencoba mengamankan pelaku, Andi pun malah menantang Bripka Indra, dengan mengayun-ayunkan  Andi berkata “tembak aku”.

“Lantaran pelaku melawan, anggota kami pun berusaha melumpuhkan pelaku, hingga akhirnya pelaku terluka dan di bawak ke rumah sakit,” ungkapnya.

Setelah pelaku dapat di lumpuhkan, pihak pemadam kebakaran pun langsung berupaya memadamkan api. Dalam kejadian ini setidaknya ada 64 rumah warga rata dengan tanah.

Hingga saat ini pihak kepolisian belum dapat memintai keterangan pelaku dikarenakan masih menjalani perawatan di rumah sakit lantaran mengalami luka tembak di bawah perut. Namun dari penuturan kelurga pelaku, Andi diketahui kerap berhalusinasi.

“Masih kita tunggu pelaku sembuh dulu, untuk dimintai keterangan, tapi dari kata-kata keluarganya, pelaku sering berkata-kata yang tidak jelas,” pungkasnya.(*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *