Gelar Fashion show, BFB Perkenalkan Busana Khas Kaltim

  • Whatsapp
banner 468x60

Foto: Melalui via zoom, BFB sukses gelar Fashion show Visit Kaltim Fest 2021 (Istimewa)

Rakyatkaltim.com, Samarinda – Borneo Fashion Bration (BFB) suskes melaksanakan Konferensi Pers secara virtual dengan tema “Wastra Indonesia dari IKN untuk Indonesia” berlangsung pada pukul 10.00 – 11.30 Wita, Minggu (10/01/2021).

Kegiatan itu dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur Sri Wahyuni, juga Founder BFB yang karib disapa ‘Mas Anas’ secara langsung, dan dikuti lebih dari 50 ‘designer’ dalam negeri melalui aplikasi virtual ini banyak memberi informasi perihal “Wastra” dan dunia industri fashion di Indonesia.

Seperti diketahui bahwa “wastra” merupakan kain tradisional yang sarat akan makna di masing-masing daerah di Nusantara, dan memiliki nilai filosofi dan sejarahnya sendiri.

Hal ini yang kemudian melandasi BFB dalam mengaplikasikan trend fashion dalam menaikan industri di Kalimantan dapat tumbuh dam berkembang dan diterima oleh masyarakat.

“Ada sekitar 50an desainer dari berbagai kota. Ada dari Jambi, Jakarta, Palembang, Lampung, itu luar biasa responnya. Meskipun pada  akhirnya ada beberapa kota yang terkendala terkait prosesnya,” terang Anas saat acaha berlangsung.

Sebelumnya BFB merupakan rangkaian acara Visit Kaltim Fest 2021 yang digelar oleh Dinas Pariwisata Kaltim, sebagai ajang pagelaran yang di prakarsai oleh desainer-desainer asal Kalimantan Timur.

Dimana pada acara tesebut ditampilkan berbagai busana berbahan kain-kain khas Kaltim seperti, Sarung Samarinda, Ulap Doyo, Badong Toncep, Kriong, Sulam Tumpar, Batik Bontang, Batik Kutai Timur, Batik Samarinda, Batik Balikpapan, dan lain-lain.

Mengenai hal ini, Founder BFB menyatakan alasanya membentuk BFB berdasarkan karena keinginannya yang kemudian dibantu oleh rekaanya. Dimana melalui  BFB, Anas berharap dapat membuat jejaringan, khusunya pada organisasi maupun agensi fashion di Indonesia untuk dapat bersatu.

“Karena saya punya industri fashion, dan terkait ini fokusannya adalah produk fashion itu sendiri, bukan pada Modeling School. Dan mengaplikasikan ‘trend fashion’ agar industri fashion di Kaltim dapat berkembang dan diterima oleh masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, ketika terdapat pengerajin-pengerajin kecil yang terdapat di Kaltim, Sri Wahyuni menjelaskan bahwa Pemerintah Daerah melalui Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (DPPK) dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Deskranada) telah melakukan pembinaan terhadap pelaku usaha pengerajin, khususnya dibidang fashion.

“Itu melalui Dekranasda, ada kelompok-kelompok pembinaan untuk pelaku usaha fashion. Ini barangkali yang harus digaungkan agar, pelaku yang tadinya mandiri akan lebih bisa berkembang, kalau dia bergabung didalam komunitas-komunitas ini dan mengikuti pelatihanpelatihan. Sehingga dia mendapatkan pengalaman,”pungkasnya.(*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *