Banjir Samarinda Menalan Korban, Siswi Kelas 2 Samarinda Meninggal Akibat Kesetrum Tiang Listrik

  • Whatsapp
banner 468x60

Foto: lokasi dimana korban meninggal dunia akibat testrum aliran listrik dari sebuah tiang listrik (Muhammad Budi Kurniawan)

Rakyatkaltim.com, Samarinda – Banjir yang menerjang Kota Samarinda pada Kamis malam memakan korban jiwa, Seorang Remaja berinisial AS (13) warga Suryanata meninggal akibat kesetrum saat korban tak sengaja memegang tiang listrik yang mengalirkan listrik di jalan Junada tepatnya di sebrang SMP 4 Samarinda pada Kamis malam (7/1/2021) pukul 20.35 Wita.

“Iya korban meninggal dunia saat perjalanan ke rumah sakit akibat kesetrum tiang listrik waktu banjir,” jelas Kapolsek Samarinda Ulu, Akp Ricky Ricardo Sibarani melalui Kanit Reskrim Polsek, Iptu Farudi saat di konfirmasi Jumat (8/1/2021).

Lebih lanjut, Ia menerangkan kronologi, siswi kelas 2 SMP itu kesetrum, saat korban bersama orang tuanya, dan adiknya hendak pulang ke rumah lantaran motor yang digunakan mogok akibat banjir di seputaran jalan Juanda.

“Waktu itu korban, bersama ibu, dan adiknya berniat pulang dari rumah neneknya yang berada di jalan pahlawan ke rumahnya di jalan Suryanata. Waktu di jalan Juanda motor yang di gunakan ibunya mogok, ibunya memutuskan pulang dengan berjalan kaki, namun saat berjalan kaki, korban tanpa sengaja memegang tiang listrik yang terdapat aliran listrik dan berteriak, hingga korban terjatuh di dalam genangan banjir,” ungkap Farudi.

Farudi menerangkan, saat kejadian kondisi di Tempat Kejadian, terpantau sepi, merasa tak mendapatkan pertolongan, ibu AS yang tengah menggendong adiknya berusaha menari korban dari genangan banjir.

“Ibunya mencoba menarik korban dalam genangan air, menggunakan tangan kanan nya, walaupun ibu nya merasa kesetrum namun ibu nya tetap berusaha menarik menjauhkan dari tiang listrik,” tuturnya.

Setelah menjauh dari tiang listrik, barulah warga datang menolong, dan segera membawa AS ke rumah sakit Dirgahayu. Namun saat diperjalanan menuju rumah sakit korban menghembuskan nyawa.

“Sebelum mendatang pertolongannya, korban sudah dinyatakan meninggal dunia oleh dokter,”

Jenajah korban pun langsung dibawah pihak keluarga ke rumah duka, untuk segera dimakamkan. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *