Di Akhir Jabatan, Jaang Akan Resmikan Intake Makroman dan Sungai Kapih

  • Whatsapp
banner 468x60

Rakyatkaltim.com, Samarinda — Walikota Samarinda Syaharie Jaang memimpin langsung tinjauan lapangan yang kali ini meninjau Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sungai Kapih, IPA Kalhold, IPA Makroman dan IPA Gunung Lingai Rabu (6/1/2020).

“Kita hari ini melihat perkembangan di lapangan pembangunan intake dan peningkatan kapasitas produksi air PDAM di Kota Samarinda. Saya lihat Insya Allah ini bisa selesai. Bahkan kita akan resmikan intake yang ada di Makroman untuk menunjang peningkatan kapasitas air di sekitarnya,”ucap Jaang.

Tak hanya itu lanjut Jaang, dirinya ada janji di Kodam VI/I Mulawarman untuk mensuplai air yang ada di Zipur karena sudah menempatkan personil disana.

“Insya Allah di akhir bulan ini kita juga bisa meresmikan selesainya pembangunan intake yang ada di Sungai Kapih, walaupun masih ada beberapa pembenahan. Kalau yang di Kalhold rencananya untuk mensuplai Samarinda Seberang sampai Palaran dan ditarget selesai Februari 2022. Meski nanti saya tidak menjabat lagi tidak apa-apa. Ini sudah jalan seperti yang kita lihat bersama kita doakan supaya cepat selesai,” tambahnya.

Dijelaskan Jaang intake di Gunung Lingai itu kontraknya ditangani oleh PDAM dan jangka panjang, sehingga tidak masalah supaya cepat pelelangannya.

“Jadi yang akan saya resmikan di masa akhir tugas ini adalah intake di Makroman dan Sungai Kapih,” jelas Jaang.

Direktur Teknik PDAM Ali Rachman juga menekankan pekerjaan intake Sungai Kapih yang masuk pekerjaan tahun 2020 sudah selesai semua, baik itu bantuan Provinsi Kaltim yaitu berupa intakenya. Meskipun anggarannya dipotong untuk Covid-19 sebanyak 50 persen yang tadinya 20 Milyar menjadi 9,8 Milyar, sehingga cuma bisa intakenya saja tetapi belum ada atapnya dan pompanya.

“IPA-nya sendiri adalah bantuan dari Pemkot Samarinda, kemudian ada lagi bantuan Provinsi Kaltim yaitu pipa itu pun sudah selesai di Jl Sambutan sampai pom bensin. Yang jadi kendala adalah sisa anggaran untuk penyelesaiannya seperti menambah atapnya di intake dan penyelesaian di IPA. Kemarin memang ada pekerjaan dari Pemkot Samarinda di IPA-nya sendiri itu ada kerja tambah kurang dan kami ada kelebihan dana kemudian dananya kami jadikan pompa,” katanya.

Ia menyebutkan, diperkirakan tanggal 18 Januari ini pompa datang dan langsung dipasang dan di tes komisioning untuk operasionalnya di IPA.

“Bila ada kebocoran atau tidak dan apabila tidak kendala lagi kami ada mengerjakan di tahun depan untuk penyelesaian keseluruhan IPA Sungai Kapih untuk fungsional. Yang jadi masalah lagi adalah pipa distribusinya belum teranggarkan sampai ke Jl Sejati,” ungkap Ali Rachman.

Sedangkan di Makroman itu dilaporkan pompa intake sudah ada dan rencananya secepatnya akan dipasang berbarengan dengan tanggal 18 Januari itu ada pompa distribusi jadi tidak masalah untuk pelayanan daerah sekitar.

“Disini dapat bantuan pipa dari Provinsi Kaltim juga mulai dari SMAN 15 sampai dengan Jl Pelita 7. Kalau sudah selesai Insya Allah air akan dimaksimalkan dari Makroman menuju Pelita, sehingga diharapkan tidak ada lagi aliran yang bergilir. Untuk Zipur setelah pompa terpasang langsung aman. Kami tinggal menunggu aliran listrik dari PLN karena tiang listriknya sudah terpasang tinggal mengkonekan saja yang membutuhkan waktu satu mingguan,” bebernya.

Untuk pekerjaan di Kalhold itu kontraknya Rp 100 Milyar yang rencananya ada bangunan IPA, reservoir, kantor, tempat bahan kimia dan lainnya yang ditargetkan selesai pada April 2022. Sedangkan anggarannya murni total dari pusat semua. 

Tahap pertama direncanakan 250 liter/detik dulu, kemudian dilanjutkan pembangunan tahap yang berikutnya sesuai dengan tujuan awalnya itu adalah 1.000 liter/detik.

Intake Kahold diproyeksikan untuk mensuplai Samarinda Seberang keseluruhan dan yang dari Gunung Lipan akan disuplaikan ke dalam kota.

“Karena kita ketahui bersama di dalam Kota Samarinda suplai airnya masih kurang juga yang selama ini suplainya dari Bendang. Dari Bendang sendiri kedepannya akan fokus akan mengalirkan ke utara seperti Batu Cermin dan sekitarnya yang sering terganggu,” jelas Ali.

Gunung Lingai perlengkapannya sudah ada semua dari Pemkot Samarinda juga membantu, PDAM bangunannya.

“Dari intake Gunung Lingai ini diharapkan daerah Mugirejo, DI Panjaitan, Damanhuri tidak bergilir lagi. Untuk Tahun 2021 ini direncanakan ada pembangunan Bengkuring tahap 2 dengan estimasi anggaran Rp 10 Milyar dari Provinsi Kaltim,” pungkasnya.

Turut mengikuti tinjauan Sekretaris Daerah Kota Samarinda Sugeng Chairuddin, Asisten II Nina Endang Rahayu, Kadis PUPR Hero Mardanus, Direktur Utama PDAM Nor Wahid Hasyim, Ketua Dewan Pengawas Aji Syarif Hidayatullah, Abdullah, Hargono, Direksi PDAM dan instansi terkait lainnya. (bay/don/kmf-smd)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *