IDI Kaltim Dukung Pemberian Vaksin Sinovac Kepada Nakes, Nataniel : Sudah di Vaksin Harus Tetap Patuhi Protokol

  • Whatsapp
banner 468x60

Foto: Ketua Ikatan Dokter Indonesia Kaltim Dr Nataniel Tandirogang (istimewa)

Rakyatkaltim.com, Samarinda – 25.500 Vaksin Sinovac tiba di Samarinda (Kaltim) pada Selasa (5/1/2021). Menjadi pertanyaan besar?, amankah vaksin tersebut yang rencananya akan di berikan kepada puluhan ribu tenaga medis di Kaltim

Menanggapi hal itu Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kaltim, Dr Nataniel Tandirogang mengatakan vaksin tersebut aman di gunakan ketimbang vaksin-vaksin lainnya.

“Karena itukan sudah dikeluarkan izin dari BPOM ya. Bagi IDI kita mempercayaakan institusi negara yang memastikan bahwa makanan, minuman, dan obat itu diawasi oleh BPOM,” jelas Nataniel saat di hubungi Selasa (5/1/2021).

Ia menyebut, IDI Kaltim sepenuhnya mendukung pemerintah dalam pemberian vaksi Sinovac di Kaltim.

“Apalagi sudah ada sertifikat izin edar, berarti kita harus dukung karena tidak ada lagi institusi yang dipercaya kecuali bukan BPOM,” ujarnya.

Ditanya mengenai keamanan vaksin yang berasal dari Cina, Nataniel mengungkapkan vaksin Sinovac aman bagi manusia. Lantaran merupakan vaksin yang berasal dari protein Virus yang aman bagi manusia.

“Vaksin Sinovac itu berbahan protein virus atau protein rekombinan. Jadi sangat aman sekali, akan tetapi bagi mereka yang di berikan vaksin tidak menutup kemungkinan masih bisa terjangkit virus covid-19,” paparnya.

Nataniel menyebutkan, kelemahan vaksin Sinovac yang berbahan protein virus atau rekombinan memiliki evikasi rendah bagi merangsang imun dalam tubuh manusia. Kendati demikian pemakaian vaksin tersebut dirasa paling aman.

“Memang vaksi tidak menyelesaikan permasalah yang ada, namun ketimbang tidak berbuat apa-apa,” tuturnya.

Nataniel meminta, kepada mereka yang akan di berikan vaksin agar tetap selalu mengutamakan protokol kesehatan.

“Percuma aja kalau di berikan vaksin tapi tidak menjalankan protokol kesehatan, sebab terpenting menghadapi virus ini adalah mematuhi protokol Kesehatan,” ujarnya.

Terkait jumlah vakain tahap awal ini yang mencapai 25.500 , Dirasa cukup untuk diberikan kepada tenaga medis, lantaran jumlah nakes yang ada di Kaltim hanya berjumlah 2.500.

“Kalau 25 ribu saya kira cukuplah untuk nakes, tetapi jika diperuntukkan bagi untuk para guru dan juga para birokrat dan para pelaku ekonomi saya kira kurang,” pungkasnya.(*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *