Sungai Meluap, Lima Dusun Terendam
36 Rumah Warga Dikepung Air Setinggi Pinggang Orang Dewasa

  • Whatsapp
banner 468x60

Foto: Kondisi Salah satu Dusun yang terendam banjir akibat meluapnya aliran sungai dan di tambah hujan deras saat malam tahun baru (istimewa)

Rakyatkaltim.com, Kukar – Perayaan malam pergantian tahun warga di lima dusun yang berada di dua desa wilayah Kutai Kartanegara (Kukar), dirayakan ditengah kepungan air yang meluap dari aliran Sungai Loa Haur, yang bermuara di Sungai Mahakam.

Debit ketinggian air pun semakin parah di pagi harinya, lantaran hujan yang terjadi di malam pergantian tahun pada Kamis malam (31/12) lalu.

Adapun dusun yang terendam itu yakni Jahuq RT 20, dan Bentirah RT 21 di Desa Bakungan, Kecamatan Loa Janan.

Sedangkan tiga dusun lagi berada di Desa Loa Duri Ulu, yang juga masuk wilayah Kecamatan Loa Janan, yakni Dusun Gintung, Putaq Bugis, dan Musaping RT 10 serta 14 (Kilometer 5).

Tercatat 36 rumah warga terendam dan dikepung air setinggi 1,5 meter. 17 rumah di RT 20, 13 di RT 21, dan 6 rumah di RT 10 serta RT 14. Selain itu 5 hektare area persawahan dan kebun milik warga rusak akibat terendam. Petani memperkirakan, hanya tersisa 40 persen tanam padi mereka yang bisa dipanen jika banjir dalam beberapa hari kedepan surut.

“Itu kalau surut. Kalau tidak juga karena cuaca terus hujan. Ya, pasti tidak ada yang bisa dipanen,” kata Mustafa (51), warga RT 20.

Menurut Mustafa, kerusakan tanaman padi itu bukan hanya akibat terendam air diwaktu yang cukup lama. Namun juga disebabkan kondisi air yang bercampur dengan lumpur.

“Bisa jadi luapan air sungai ini juga karena air dari kolam-kolam tambang meluap. Sebab di atas sana (hulu sungai) banyak juga tambang,” ucap Mustafa.

Pasang air sungai hingga memicu terendamnya permukiman itu memang bukan pertama kali terjadi. Nursiah (35), warga RT 20 mengatakan. Pada April 2018 lalu, luapan serupa pernah terjadi. Bahkan air sempat merendam rumah warga dengan ketinggian 50 sentimeter.

“Biasanya 4 hari 4 malam terendam. Itupun kalau tidak hujan lagi, dan air Sungai Mahakam tidak pasang. Dulu-dulu juga pernah terjadi, bahkan sampai jembatan kayu itu rusak parah. Tapi sudah diganti dengan jembatan baru yang lebih besar,” ujar Nursiah.

Diungkapkan Nursiah. Dalam kondisi seperti itu tentunya bantuan sangat diharapkan warga. Dimana sembako dan obat-obatan paling diperlukan.

“Kami tidak mungkin meninggalkan rumah, karena seperti saya ini tidak ada keluarga di tempat lain. Selain itu juga tidak ada tempat pengungsian yang disediakan. Jadi kalau malam, tidurnya sementara menumpang di musala,” pungkasnya.

Sementara itu, di lokasi luapan aliran Sungai Loa Haur itu sejumlah relawan dan BPBD Kukar serta Polsek Loa Janan sudah ada di TKP.

“Kami bersama dengan relawan dan BPBD membantu jika ada warga yang membutuhkan untuk dievakuasi. Sampai saat ini baru dua kepala keluarga yang mau dan sudah dievakuasi,” tutur Kapolres Kukar, AKBP Marsulin Ginting, melalui Kapolsek Loa Janan, AKP M Yasir.

Dikatakan Yasir, untuk tenda dan dapur umum sementara bantuan yang ada dari Relawan Mandiri Bakungan. Sedangkan untuk sembako dari Desa Bakungan dan Polsek Loa Janan.

“Jadi kami hadir untuk mengamankan, mengimbau serta membantu evakuasi bagi warga yang membutuhkan,” tandasnya.(*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *