STABIL Kritik Pembangunan Ibu Kota Baru

  • Whatsapp
banner 468x60

BALIKPAPAN – Realisasi wacana Ibu Kota Negara (IKN) Indonesia yang akan dipindahkan dari Jakarta ke Penajam Pasir Utara (PPU) mendapat tanggapan dari Direktur Eksekutif LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) Stabil, Jufriansyah. Menurutnya hari ini pemerintah masih berada pada level permukaan yaitu pembangunan tanpa membahas lebih jauh mengenai kelestarian lingkungan, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) serta sosial dan budaya.

“Kita belum melihat arah pembangunan melihat dari berbagai aspek, seperti daya dukung lingkungan termasuk daya dukung resapan air jika terjadi pembangunan besar-besaran nantinya.” Katanya

Jufriansyah mengatakan bahwa kota Balikpapan akan menjadi penyanggah IKN tersebut dan diharapkan adanya dialog serius dari pemerintah tidak salah mengambil langkah pembangunan nantinya.

“Konsep Pak Jokowi IKN nantinya tetap ramah lingkungan, tapi pelaksananya belum membuka dialog mengenai dampak lingkungan secara jelas itu seperti apa.” ungkap Jufriansyah

Selain itu, Direktur Stabil itu menerangkan bahwa proyeksi IKN PPU membuat Balikpapan sebagai penyanggah harus siap secara SDM sehingga tidak menjadi penonton di daerahnya sendiri.

“Program percepatan SDM juga belum ada konsepnya, urbanisasi besar-besaran akan membuat masyarakat Kota Balikpapan akan tersingkir dan jadi penonton nantinya.” bebernya

Pemindahan IKN terangnya, harusnya menjadi momentum peningkatan kualitas sumber daya manusia, menjaga kelestarian lingkungan dan penguatan identitas melalui partisipasi budaya lokal.

“Nantinya, Pemerintahan Baru hanya akan diisi oleh orang dari luar saja dan lagi-lagi, warga Kaltim hanya akan jadi penonton karena konsep yang tidak matang itu.” tutup Jufrianyah.
(adhi

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *