Seorang Bocah Asal Kaltim Bergulat Dengan Buaya 3 Meter saat Berenang Bersama 15 Rekannya

  • Whatsapp
banner 468x60

Foto: Babinkamtibmas Lok Tuan, Aipda Ahmad Bajuri menemani Andi Amin korban serangan seokor buaya di Bontang (istimewa)

Rakyatkaltim.com, Bontang – Seorang Bocah bernama Andi Amin asal Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi korban serangan buaya saat berenang bersama 15 rekannya di periaran yang berada di Kelurahan Selambai Kecamatan Loktuan Bontang Pada Rabu 17.00 Wita.

Kapolres Bontang, AKBP Hanifa Martunas Siringoringo melalui Bhabinkamtibmas Lok Tuan, Aipda Ahmad Bajuri, mengatakan saat berenang di pinggir laut bocah berusia 12 tahun itu merasakan ada yang menarik kakinya dari dalam air.

“Saat itu 15 anak tengah asik berenang, namun seketika salah seorang anak (korban) berteriak bahwa ada yang menarik kakinya ke dalam air, mendengar terikan korban, ke 14 teman-temannya pun langsung berhamburan menyelamatkan diri,” ucap Bajuri saat di hubungi Rabu (30/12/2020).

Korban yang hanya sendiri itu pun berusaha melepaskan gigitan buaya yang tengah menyerang kaki kanannya.

“Dengan tangan kosong, korban pun berupaya melakukan perlawanan di dalam air, hingga akhirnya gigitan buaya tersebut lepas,” terangnya.

Tak sampai disitu, setelah gigitan pertama buaya yang diperkirakan memiliki panjang 2.5 meter hingga 3 meter itu, kembali menggigit paha korban, dan berusaha menarik bocah malang itu kedalam air.

“Lepas gigitan pertama, buaya itu kembali menggigit paha korban, beruntung perlawanan korban membuahkan hasil, gigitan tersebut terlepas, sehingga korban berhasil menyentuh daratan,” paparnya.

Saat ini korban sudah dilarikan ke rumah sakit terdekat, dan akan menjalani operasi lantaran mengalami luka robek kaki sebelah kiri, dan paha sebelah kanan,” tambahnya.

Diketahui daerah tersebut merupakan permukiman warga yang juga merupakan habitat buaya.

“Ini 6 kalinya warga loktuan diserang buaya, warga sekitar pun mengaku sering melihat buaya di bawah kolong rumah mereka,” ungkapnya.

Babinkamtibmas Loktuan tersebut, menghimbau kepada masyarakat pesisir agar selalu waspada jika berada di dalam perairan. Dan meminta pemerintah segera membuatkan penakaran buaya agar tak ada lagi korban dari keganasan buaya di perairan itu.

“Dengan kejadian ini, saya meminta masyarakat dapat lebih waspada jika berada di dalam perairan, dan menghimbau Pemerintah dapat membuat penangkaran bagi satwa buas tersebut,” pungkasnya.(“)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *