Tekan Lonjakan COVID-19, Gubernur Kaltim Himbau Tidak Adakan Perayaan Tahun Baru 2021, Jika melanggar Akan di Berikan Sanksi

  • Whatsapp
banner 468x60

Samarinda – Menjelang pergantian tahun baru 2021, Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Isran Noor mengeluarkan surat edaran bernomor 440/7874/064/-II/B pada Rabu (23/12/2020) lalu.

Adapun isi dari surat edaran tersebut, berisi tentang para pelaku usaha, penyelenggara, atau penanggung jawab suatu tempat umum yang melaksanakan aktivitas selama libur Natal dan tahun baru wajib jalankan protojol kesehatan.

Mulai dengan 3M seperti mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, memakai masker, membatasi interaksi fisik dan jaga jarak, serta tidak diperkenankan berkerumun dan menbatasi aktivitas di tempat umum untuk menekan penyebaran covid-19 yang belakangan ini terus menunjukkan peningkatan.

“Untuk perayaan pesta tahun baru atau semacamnya mau itu di dalam atau luar ruangan dilarang. Apalagi menggunakan kembang api sampai minum-minuman keras,” kata Isran saat di temui beberapa waktu lalu.

Selain itu, dalam surat edaran tersebut pada poin empat, bagi siapa pun yang melanggar ketentuan akan dikenakan sanksi sesuai dengan Peraturan Gubernur Kalimantan Timur Nomor 48 tahun 2020 dan Peraturan Perundang-undangan lainnya.

Selain itu, orang nomor satu di Kaltim itu juga mengimbau kepada bupati dan walikota, camat, kepala desa, lurah serta pihak terkait agar mengkoordinasikan, mengomunikasikan, dan mensosialisasikan edaran tersebut agar bisa dilaksanakan dengan tertib, disiplin, dan penung tanggung jawab sesuai dengan surat edaran yang tercantum di poin ke 5.

“Dari tanggal 24 Desember ini kebijakan tersebut sudah mulai berlaku hingga samapi 10 Januari 2021 mendatang,” ujarnya.

Selanjutnya, dalam mencegah penyebaran COVID-19, khususnya di Kaltim sendiri, pemprov pun mewajibkan bagi para pelaku perjalanan yang menggunakan alat transportasi udara, wajib menunjukkan surat keterangan hasil non reaktif dari hasil rapid test antibodi atau antigen serta hasil negatif uji swab berbasis PCR paling lama 2×24 jam sebelum keberangkatan.

Bukan hanya penggunaan tranportasi udara, hali itu juga berlaku bagi pelaku perjalanan menggunakan kendaraan pribadi yakni transportasi darat dan laut, wajib pula menunjukkan surat keterangan hasil non reaktif dari rapid test antibodi atau antigen paling lama 2×24 jam sebelum keberangkatan. Kemudian, surat keterangan hasil non reaktif uji rapid test antibodi atau antigen dan hasil negatif uji swab berbasis PCR berlaku selama 14 hari sejak diterbitkan.

“Wajib memiliki surat keterangan hasil non  reaktif rapid test antibodi atau antigen maupun hasil negatif uji swab berbasis PCR yang masih berlaku,” tegasnya.

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *