Samarinda Raih 2 Top Digital Awards

  • Whatsapp
banner 468x60

SAMARINDA — Kota Samarinda kembali menambah perolehan penghargaannya selama kepemimpinan Syaharie Jaang. Bahkan jelang berakhirnya kepemimpinannya, masih mampu meraihnya. Kali ini meraih Top Digital Awards 2020 yang diterima Walikota Samarinda Syaharie Jaang dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Samarinda Aji Syarif Hidayatullah.

Walikota meraih kategori Top Digital Implementation dan Kepala Diskominfo mendapat kategori Top Chief Information Officer (CIO) Digital Implementation. Penghargaan dari Majalah IT Works ini diserahkan di Jakarta pekan tadi. Dalam kesempatan itu, Walikota diwakilkan Asisten III Setda Samarinda Ali Fitri Noor untuk naik ke panggung awards. Kedua penghargaan bergengsi ini diberikan karena Samarinda dinilai memiliki komitmen dalam inovasi pengembangan dan pengelolaan program smart city dengan pemanfaatan teknologi informasi secara efektif, efisien dan konsisten.

“Program dan pembangunan yang sudah kita laksanakan itu memang harus benar-benar untuk kemudahan dan kenyamanan masyarakat, sehingga tidak akan sia-sia. Seperti halnya di bidang smart city banyak inovasi yang dilakukan dan memang dimanfaatkan. Seperti Command Centre, ditambah tim Samarinda Siaga 112, belum lagi inovasi lainnya. Kaitannya dengan penghargaan ini, suatu yang pantas kita mendapat apresiasi ini,” ucap Walikota Syaharie Jaang yang dihubungi terpisah.

Menurut Jaang banyak kemudahan yang terbantu dengan smart city, termasuk saat pandemi Covid-19 berbagai inovasi dilakukan hingga urusan pendistribusian paket sembako didukung dengan smart city.
Aji Syarif mengatakan sudah 3 tahun program Smart City dilaksanakan di Kota Samarinda. Pengembangan dilakukan dengan mengacu kepada masterplan Samarinda Smart City yang disusun tahun 2017 yang juga diperkuat dengan blue print Samarinda Smart City 2018.

Menurut Dayat—demikian Aji disapa, sejumlah inovasi aplikasi telah banyak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama terkait pelayanan dari Pemerintah. Bahkan beberapa aplikasi yang dikembangkan telah menarik perhatian daerah lain untuk dijadikan rujukan studi bagi pengembangan konsep smart city di wilayahnya. Beberapa aplikasi yang banyak dimanfaatkan lanjutnya seperti e-Kelurahan, e-Warga, Surat Elektronik, Antrian Online Android dan beberapa lainnya.

“Inovasi dan penyempurnaan terus kita lakukan. Di Kota Samarinda ini sudah banyak aplikasi yang dikembangkan, baik aplikasi sifatnya administrasi pemerintahan, layanan publik maupun aplikasi yang sifatnya informasi masyarakat,” terang Dayat.

Sebelumnya sambugnya, berdiri masing-masing tanpa ada terhubung satu dengan yang lainnya. Sejak tahun 2018, Dinas Kominfo Kota Samarinda membuat aplikasi API (Aplication Programming Interface) yakni api.samarindakota. go.id yang berfungsi sebagai jembatan untuk mengintegrasikan aplikasi-aplikasi tersebut agar bisa saling bertukar data.  Salah satu contoh real yaitu aplikasi e-Kelurahan yang dulunya banyak manual dan hanya bisa digunakan oleh 3 kelurahan. Kini dengan adanya API, aplikasi e-Kelurahan bisa lebih luas di akses dan juga terintegrasi dengan data base dalam satu data kependudukan. Aplikasi e-Kelurahan termasuk jadi andalan dalam pelayanan masyarakat di saat pandemi Covid-19 hingga era kenormalan baru (new normal) ini. (don/kmf-smd)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *