Kasus Covid-19 dan Perayaan Tahun Baru, Gubernur Kaltim Keluarkan Surat Edaran

  • Whatsapp
banner 468x60

SAMARINDA — Guna mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus positif Covid-19, Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Isran Noor mengeluarkan surat edaran (SE).

SE Nomor: 440/7874/0641-II/B.Kesra ini mengatur libur Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2021 di wilayah Kaltim.

SE tersebut juga mengatur pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) yang masuk Kaltim melalui udara, darat dan laut wajib menunjukkan surat keterangan non-reaktif rapid test antibodi atau antigen, dan atau hasil negatif uji swab berbasis PCR.

Kepala Biro Kesra Setprov Kaltim, Andi Muhammad Ishak berharap edaran tersebut bisa dipatuhi bersama terlebih pelaku perjalanan masuk maupun keluar Kaltim.

Dengan begitu jumlah terkonfirmasi positif bisa ditekan dan diperketat dengan penerapan protokol Covid-19.

“Salah satu penyumbang angka positif Covid-19 di Kaltim ini karena orang keluar masuk. Terlebih para pekerja,” ungkap Andi, dikutip dari laman Kompas.com, Sabtu (26/12/2020).

Adapun khusus tranportasi udara, hasil itu paling lama 2×24 jam sebelum keberangkatan serta mengisi e-HAC Indonesia.

Masa berlaku surat keterangan hasil negatif Covid-19 selama 14 hari sejak diterbitkan.

Kemudian, pelaku perjalanan juga perlu memastikan surat hasil tes kesehatan tersebut masih berlaku selama berada di wilayah Kaltim.

Tak hanya mengatur arus keluar masuk Kaltim, edaran tersebut juga meminta masyarakat tidak menggelar pesta di luar maupun dalam ruang baik Natal maupun Tahun Baru 2021.

Warga juga dilarang menggunakan petasan, kembang api dan sejenisnya.

Jika ketentuan tersebut dilanggar baik perorangan, pelaku usaha, pengelola maupun penanggungjawab tempat akan diberi sanksi tegur dan denda sesuai Peraturan Gubernur Kaltim nomor 48/2020 serta peraturan perundang-undangan lainnya.

Andi menjelaskan, sejak dua bulan terakhir dari November hingga Desember 2020 kasus positif Covid- 19 di Kalimantan Timur terus meningkat.

Berdasarkan rilis harian Satgas Covid-19 Kaltim, rata-rata kenaikan angka positif per hari 100 sampai 200 kasus.

Pada pertengahan Desember 2020, peningkatan kasus harian terus tambah jadi 300 sampai 400 kasus per hari. Angka tersebut bergerak naik turun namun tetap di atas 100 kasus per hari.

Untuk total angka positif di Kaltim mencapai 25.481 kasus, yakni 3.431 kasus masih dirawat, 21.341 sembuh dan 709 meninggal menurut data hingga per Jumat (25/12/2020) kemarin.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *