Tinjau Proyek Peningkatan Sarana Pemakaman Covid-19, Jaang Ziarahi Makam Pejabat dan Tokoh

  • Whatsapp
banner 468x60

SAMARINDA — Walikota Samarinda Syaharie Jaang tak hanya menyiapkan lahan untuk pemakaman jenazah Covid-19, namun juga memiliki keinginan area pemakaman itu nyaman dilihat dan nyaman dikunjungi untuk berziarah bagi keluarga.

Untuk memastikan itu, Walikota Samarinda didampingi Sekda Sugeng Chairuddin, Kepala Bappeda Ananta Fathurazzi, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Disperkim) Dadang Airlangga beserta jajaran meninjau Taman Pemakaman Umum (TPU) Raudhatul Jannah di Jalan Serayu, Kelurahan Tanah Merah yang masuk dalam rangkaian kunjungan proyek pembangunan di bawah Disperkim, Rabu (23/12).

Setelah berjalan kaki menuju area pemakaman, Jaang terlebih dahulu mengajak rombongan untuk mendoakan semua yang dimakamkan dan mengirimkan Al-Fatihah. Sambil meninjau Jaang juga menghampiri sekaligus mendoakan makam beberapa tokoh masyarakat dan pejabat pemkot, serta Pemprov yang dimakamkan disitu. Di antaranya makam mantan Asisten IV Setprov Kaltim Ibnu Nirwani, mantan Asisten II Setkot Samarinda Arpan Zainal, mantan Direktur RSUD IA Moeis dr Eddy Syahputra Nasution, Lurah Mugirejo Sumadi dan beberapa pejabat dan staf Pemkot, Sekretaris MUI Kaltim Syahruddin Tarmidzi termasuk satu makam yang belum pernah dikunjungi keluarganya asal Banjarmasin kelahiran Samarinda Sayid Abdullah Usman.

Jaang mengatakan pihak keluarga boleh berziarah kesini tanpa ada syarat apa-apa.

“Kata staf kami, barusan isteri almarhum pak dokter Eddy Nasution berziarah kesini. Beliau minta disampaikan terima kasih ke saya karena makam suaminya bagus,” ucap Jaang.

Ditegaskan Jaang bukan hanya untuk almarhum Eddy Nasution, tapi semuanya akan dibuat bagus.

“Memang sementara ada yang pakai nisan kayu, tapi semuanya nanti diganti keramik,” ucap Jaang.

Jaang juga menilai saat ini tata letak sudah bagus dan tinggal menunggu rumput tamannya tumbuh, sehingga semakin indah.

“Kita akan buat menjadi pemakaman yang tidak menyeramkan, tapi indah di mata dan mudah dijangkau,” katanya lagi.

Bahkan Jaang menginstruksikan agar makamnya dibuat per blok, sehingga keluarga yang mau ziarah mudah menemukan.

“Keluarga boleh berziarah kesini dan tetap protokol kesehatan,” tandas Jaang.

Hingga siang kemarin yang sudah dimakamkan secara protokol kesehatan di TPU Raudhatul Jannah dan pemakaman non Muslim sebanyak 318. (don/kmf-smd)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *