Dugaan PMII Balikpapan Data Penerima Bantuan Covid 19 Tidak Tepat Sasaran.

  • Whatsapp
banner 468x60

BALIKPAPAN — Ditemui di sekretariatnya, Muhammad Said, Ketua Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) kota Balikpapan turut angkat suara menanggapi realisasi anggaran dana covid 19 yang dilakukan oleh Dinas Sosial (Dinsos) kota Balikpapan.

Menurutnya, data verifikasi yang masuk ke Dinsos untuk kemudian dijadikan acuan masyarakat terdampak covid 19 lalu mendapatkan bantuan dari pemerintah Balikpapan terindikasi tidak tepat sasaran. Hal ini dikarenakan prosedur data tersebut mengandalkan dari setoran data dari RT setempat.

“Dinsos tidak turun langsung kelapangan untuk memastikan apakah data-data tersebut layak dapat bantuan.” Ungkap said

selain itu, ada perbedaan antara verifikasi dan realisasi. contonya tahap 1 gelombang 1. Dimana data yang masuk ke Dinsos 9.368 KK (Kartu Keluarga) namun yang terealisasi 7.553 KK.

“ada beberapa tahap bantuan mulai dari tahap 1 hingga selesai di tahap ke 7 dengan berbagai bentuk bantuan seperti pembagian sembako hingga transfer dana tunai melalui rekening BRI” lanjutnya

Dari penuturan said, anggaran dana covid 19 Dinsos merealisasikan anggaran untuk tahap 1 hingga tahap 4 sebesar Rp 70,94 Miliar dan tahap 5 sampai tahap 7 Rp 50 miliar sekian.

“Kami juga masih meninjau di lapangan apakah anggaran sebesar itu sudah teralokasikan bukan saja tepat sasaran tapi juga tepat anggaran yaitu tersalurkan seluruhnya kepada masyarakat terdampak pandemi”. terangnya

Terpisah, hasil wawancara rakyatkaltim.com melalui sambungan seluler kepada Kepala Dinsos Balikpapan,  Purnomo mengatakan bahwa anggaran sudah tersalurkan semua sampai ke tahap 7.

“semua sudah sesuai prosedur dan sudah terealisasikan semua sampai ke tahap 7” tuturnya.

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *