Wawali Irup Gelar Pasukan Nataru, Berpesan Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

  • Whatsapp
banner 468x60

SAMARINDA — Wakil Walikota Samarinda Muhammad Barkati pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin 2020 dalam rangka pengamanan perayaan Natal Tahun 2020 dan Tahun Baru 2021 di halaman Polresta Samarinda, Senin, (21/12) pagi.

Kepolisian secara serentak akan melaksanakan operasi Operasi Lilin 2020 menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021. Kegiatan ini akan dilaksanakan di seluruh Indonesia mulai 21 Desember 2020 hingga 4 Januari 2021

Dalam amanat Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia yang dibacakan Wawali, dikatakan perayaan natal dan tahun baru secara universal dirayakan melalui kegiatan ibadah dan perayaan pergantian tahun baru di tempat-tempat wisata dan pusat keramaian. Menurutnya peningkatan aktivitas masyarakat ini sangat berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas, gangguan kamseltibcar lantas dan pelanggaran protokol kesehatan Covid-19.

Barkati berpesan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan agar perayaan natal dan tahun baru kedepan tidak ada insiden tidak ada peristiwa-peristiwa yang mengganggu kenyaman dan ketentraman warga Kota Samarinda.

Dalam pelaksanaan pengamanan natal dan tahun baru Polri telah mempersiapkan 83.917 personil Polri, 15.842 personil TNI, serta 55.086 personil instansi terkait lainya. Personil-personil yang ada akan ditempatkan pada 1.607 pos pengamanan untuk melaksanakan pengamanan terkait gangguan kamtibmas dan kamseltibcar lantas juga 675 pos pelayanan untuk melaksanakan pengamanan di pusat keramaian, pusat belanja, stasiun, terminal, bandara dan pelabuhan.

Di tempat terpisah Wakapolresta Samarinda AKBP Dedi Agus Tono menyampaikan sesuai perintah Kapolri Jenderal Pol Idham Azis yang menekankan kepada jajaran di seluruh Polda juga Polresta untuk membuat pemetaan daerah rawan tindak pidana dan kecelakaan lalu lintas.

Berdasarkan mapping kerawanan yang telah dilakukan, ada beberapa prediksi gangguan kamtibmas yang harus diantisipasi, seperti ancaman terorisme dan radikalisme, ancaman sabotase, penyalahgunaan narkoba, pesta miras, aksi perusakan fasilitas umum, aksi kriminalitas maupun ancaman bencana alam.

“Polri akan mendirikan pos-pos pengamanan dan pelayanan selama libur panjang Nataru. Untuk itu, koordinasi dengan wilayah untuk memetakan titik-titik sentral kewilayahan sangat diperlukan,” tutur Waka Polresta.

Turut hadir Pjs Kasdim 0901/smd Mayor Inf Muhammad Alex, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Muhammad Darham, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Nursan, mewakili Dinas Perhubungan Hari Prabowo, mewakili BPBD Wahid. (fan/don/kmf-smd)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *