Cegah & Evaluasi Penyebaran Covid-19, Berikut 6 Langkah Yang Diambil Pemkab Berau

  • Whatsapp
banner 468x60

BERAU — Cegah dan Evaluasi Penyebaran Covid-19 di Bumi Batiwakal (sebutan Kabupaten Berau), Pemkab Berau melalui Satuan Tugas Penanganan Covid-19, gelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi Penanganan Covid-19 tahun 2020, di ruang rapat Sangalaki, Kantor Sekretariat Daerah, pada Kamis (17/12).

Rapat yang dipimpin langsung Plt Bupati Berau, H Agus Tantomo tersebut, juga dihadiri Forum Koordinas Pimpinan Daerah (Forkopimda), hadir pula Asisten I l, Drs H Datu Kesuma, Kepala Dinas kesehatan, Drs. H. Iswahyudi, A.Pt, Kepala diskominfo, Drs. Susila Harjaka, Dirut RSUD Abdul Rivai, Dr. Hj. Nuraini Baso M, Sp.Rad, Sekretaris Satpol PP, Mustafa Effendi, Camat Tanjung Redeb, H. Syahrani, Camat sambaliung, H. Nazaruddin, dan OPD lainnya.

Setidaknya ada 6 kesimpulan yang dispekati dalam koordinas tersebut, diantaranya:

1. Pembukaan kembali hotel cantika swara sebagai rumah sakit darurat pasien covid-19 paling lambat hari minggu tanggal 20 Desember 2020 dan terkait tenaga kesehatan untuk saat ini masih mencukupi dan tidak ada masalah.

2. Mulai hari Kamis tanggal 17 Desember 2020 tim gabungan penerapan dan penegakan protokol kesehatan akan memperketat dan melaksanakan razia di tempat-tempat yang sudah ditentukan. Tidak ada lagi pembinaan bagi pelanggar melainkan sanksi dan denda yang sudah ditetapkan.

3. Untuk masyarakat yang datang ke Kab. Berau diwajibkan untuk swab atau rapid antigen terlebih dahulu dan masa berlakunya hanya 1 minggu. Rapid test tidak berlaku lagi.

4. Akan Segera dibuat surat edaran untuk seluruh karyawan perusahaan dan ASN larangan cuti sampai program vaksinasi selesai.

5. Pemerintah pusat telah mengeluarkan aturan larangan untuk perayaan Natal dan perayaan tahun baru. Tetapi yg diperbolehkan hanya pelaksanaan ibadah Natal dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

6. Terkait masalah vaksinasi bahwa Kab. Berau akan menerima 137.000 vaksin dari Pemerintah pusat, jumlah yg diterima masih kurang banyak. Kepada Pemerintah daerah khususnya Dinkes selalu komunikasi dengan pemerintah pusat untuk memastikan jumlah vaksin yg akan diterima lagi nantinya

 

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *