Capaian Hanya 60,1 Persen Pemilih di Pilkada Balikpapan, Noor Thoha Sebut Hal Yang Wajar

  • Whatsapp
banner 468x60

BALIKPAPAN — Berdasarkan hasil perhitungan kami, tingkat partisipasi mencapai 60,1 persen, dengan rumusan jumlah pengguna hak pilih dibagi DPT.

Ini dikatakan langsung Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Noor Thoha, Dalam rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara tingkat kota di Hotel Sagita Horison pada Rabu (16/12/2020).

Lebih jauh dirinya menjelaskan, KPU Balikpapan telah berusaha maksimal. Namun, kata dia, untuk meyakinkan pemilih agar datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk memberikan hak suaranya bukan tugas dari KPU semata. Kontribusi KPU berupa teknis, menyiapkan logistik, tenaga dan memastikan acara lancar.

“Jadi dari sisi KPU kami merasa sudah melakukan kewajiban kami. Kalau ada orang tidak mau datang ke TPS kan bukan masalah teknis. Urusan meyakinkan pemilih adalah tugas dari pasangan calon,” jelasnya.

Dirinya merasa bahwa tingkat partisipati publik di Pilkada Balikpapan sebesar 60,1 persen merupakan hal yang bagus. Walau sebenarnya target dari KPU sendiri adalah 77,5 persen masyarakat bisa berpatisipasi di ajang 5 tahunan ini.

“60,1 persen itu saya pikir tidak terlalu rendah, karena dalam sejarahnya Pilkada 2011 di Balikpapan tingkat partisipasinya hanya 56 persen, lalu tahun 2015 hanya 59 persen. Bayangin 60 persen di masa pandemi dengan calon tunggal itu berat. Saya pikir malah bakal anjlok partisipasinya,”ujarnya.

Untuk diketahui, berdasarkan hasil rapat pleno, Kolom Kosong yang merupakan lawan dari pasangan calon Rahmad-Thohari mendapatkan jumlah suara sebanyak 96.642, sedangkan pasangan calon Rahmad-Thohari mendapatkan suara sebanyak 160.929 suara. Sementara itu, jumlah suara sah sebanyak 257.571 suara dan jumlah suara tidak sah sebanyak 8.965 suara.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *