Pemilu Telah Usai, Tokoh Masyarakat Kukar Ini Minta Jaga Kerukunan dan Perdamaian

  • Whatsapp
banner 468x60

KUTAI KARTANEGARA — Pesta demokrasi pemilihan umum lima tahunan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kutai Kartanegara yang digelar pada 9 Desember kemarin telah usai dan berjalan sukses m

Hal ini menunjukkan kematangan demokrasi bangsa ini semakin meningkat dari tahun ke tahun. Karena, pemilu merupakan saluran demokrasi yang menjamin partisipasi publik dalam menentukan masa depan bangsa.

Namun, beberapa bulan sebelum pelaksanaan pemilu, masyarakat dibuat tegang dan bahkan terpecah karena perbedaan pilihan.

Berita bohong (hoaks), ujaran kebencian, dan saling menjelek-jelekkan satu sama lain banyak bermunculan baik di media sosial maupun di dunia nyata.

Padahal, ajang pemilu sejatinya merupakan sistem demokrasi yang dilaksanakan berdasarkan nilai dan falsafah Pancasila.

Karena, pemilu bukanlah untuk memecah belah persaudaraan, tempat menabur caci maki, apalagi menabur kebencian antarsesamaDengan telah berakhirnya pemilu, Tokoh Masyarakat Kutai Kartanegara H. Rustam, meminta kepada seluruh masyarakat untuk bisa menjaga kerukunan dan perdamaian di negeri ini. Khususnya di kabupaten Kutai Kartanegara. Karena menjaga kerukunan dan perdamaian itu merupakan bagian dari nilai-nilai luhur yang ada pada Pancasila sebagai falsafah dan ideologi bangsa.

“Pemilu sudah dilaksanakan. Sekarang kepada masyarakat luas, mari kita sama-sama untuk menjaga kerukunan, kedamaian dan menjaga rasa keadilan bagi semua orang. Karena itulah hakikatnya demokrasi Pancasila, yakni demokrasi yang memiliki nilai-nilai luhur kejujuran, yang bukan semata-mata menghantarkan kemenangan,” ujar H. Rustam

Lebih lanjut ia menjelaskan, masyarakat sejatinya melihat ajang pemilu itu sebagai sebuah proses demokrasi untuk memperkuat legitimasi bangsa. Bukan memanfaatkan pemilu untuk mendahulukan kepentingan seseorang atau kelompok yang dapat memecah persatuan, tapi harus lebih mengutamakan kepentingan bangsa.

“Biarkan mereka yang mendapat dukungan masyarakat memimpin daerah ini, karena itu adalah mandat untuk membawa perubahan dalam rangka kemajuan bangsa. Setidaknya dalam aspek ekonomi, perdagangan,” ujarnya.

Dirinya juga meminta kepada masyarakat baik yang berpartisipasi atau tidak dalam Pemilu 2020 dan juga kepada pihak-pihak yang menjadi tim pemenangan satu paslon untuk dapat menciptakan prinsipĀ  kekeluargaan, gotong royong, musyarawah mufakat sesuai nilai-nilai yang terkandung pada Pancasila. Hal ini agar sesama masyarakat tidak saling mencaci maki atau menabur kebencian usai pelaksnaan Pemilu tersebut.

“Sebaiknya semua tanya hati nurani masing-masing, sudahkan kita jujur dengan diri kita, bahwa kemenangan itu bukan kemenangan paslon atau calon anggota parlemen kita.Tetapi kemenangan itu untuk bangsa yang telah melaksanakan pemilu dengan baik. Karena siapa pun pemenangnya adalah pemenang untuk kita semua,”ujar H. Rustam

“Oleh sebab itu, masyarakat tidak harus larut dalam saling menyalahkan satu sama lain, biarkan sistem yang mengelola semua proses demokrasi ini,” ujarnya.

Untuk itu, dia meminta kepada para tokoh tersebut untuk bisa memberikan cerminan atau contoh kepada masyarakat bahwa menjaga persaudaraan demi keutuhan bangsa itu lebih diutamakan daripada harus menjelek-jelekkan para paslon.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *