Rendahnya Partisipasi Pemilih, KPU Balikpapan Jangan Mengkambinghitamkan Masyarakat

  • Whatsapp
banner 468x60

BALIKPAPAN — Pelaksanaan Pilkada Kota Balikpapan telah usai, Namun sejumlah persoalan kini mulai muncul menyusul rendahnya partisipasi pemilih pada pilkada yang digelar 9 Desember kemarin.

Aktivis pemerhati Kota Balikpapan, Rona Seregar, menilai Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Balikpapan telah gagal dalam melaksanakan Pilkada kota Balikpapan.

Kata dia, beberapa indikator, alasan dirinya menyebutkan kegagalan KPU Kota Balikpapan dalam melaksanakan pilkada dimana Keikut sertaan masyarakat dalam yang sangat minim yang datang di TPS Untuk Memilih.

“Kita ketahui bersama, banyaknya masyarakat yang tidak dapatkan undangan untuk datang memilih di TPS,”Ujarnya, Kamis 10 Desember 2020.

Kedua, kata dia, jangan sampai kegagalan KPU ini sendiri mengkambinghitamkan Covid-19.

“Jangan karena covid-19 dijadikan kambing hitam. Karena sudah ada keputusan pelaksanaan pilkada di masa pandemi seharunya KPU sudah mempersiapkan langkah-langkah strategis dalam menyikapi hal tersebut dengan Targetan 77.5 persen Keikut sertakan pemilih di Pilkada kota Balikpapan,”Kata dia.

Lanjut kata dia, Dari awal kami sudah mendorong KPU untuk gencar dalam melakukan sosialisasi Buka. Hanya pemasangan spanduk. Bahkan kami mengusulkan adanya pemasangan baliho besar dengan tujuan untuk menyakinkan kepada masyarakat untuk datang ke TPS pada tanggal 9 kemarin

“Dengan total dana yang cukup besar seharunya KPU berani menyatakan ke publik bahwa kami gagal tanpa mengkambinghitamkan siapapun dan siap mundur dan tidak akan ikut kembali dalam pemilihan komisioner berikutnya,”Ujarnya

“Ini menjadi tanggung jawab moral dan pembelajaran bagi siapapun yang telah diberikan tanggung jawab jabaatan beserta dana yang begitu besar untuk melaksanakan apapun di bidang apapun,”Tambahnya.

Sebelumnya, KPU Kota Balikpapan Upayakan Target Partisipasi 77.5 Persen Pemilih

KPU Kota Balikpapan mencatat angka partisipasi pemilih dalam pemilihan kepala daerah di Balikpapan dalam kurun dua periode sebelumnya masih di bawah 60 persen. Berdasarkan data yang ada Pilkada 2011 angka partisipasi pemilih 56,3 persen dan Pilkada 2015 pemilih yang menyalurkan suara sebanyak 59,3 persen.

Sahrul Karim, Anggota Komisioner KPU Kota Balikpapan mengatakan Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia menargetkan tiap daerah memenuhi 77,5 persen angka pemilih. Sehingga untuk mencapai target tersebut pada Pilkada tahun ini pihaknya berupaya maksimal dengan gencarkan sosialisasi.

“Kita akan sosialisasi secara tiga tahap, sampai dengan satu bulan sebelum hari pencoblosan. Kami optimis meskipun kita masih dilanda pandemi Covid 19 target 77.5 persen pemilih akan tercapai,” ujar Sahrul.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *