Suriansyah Sebut Spanduk Kokos Bukan Alat Peraga Kampanye

  • Whatsapp
banner 468x60

RAKYATKALTIM.COM, BALIKPAPAN — Ketua Gepak Kuning Kaltim Suriansyah (Prof) angkat bicara terkait keberadaan spanduk dirinya yang me dukungan Kotak Kosong di pilkada Balikpapan, yang dinilai sebagai bentuk alat peraga kampanye.

“Kalau spanduk kokos berlogokan lembaga Gepak Tidak bisa dikategorikan sebagai alat peraga kampanye atau Alat Peraga Kampanye,” Ujarnya Suriansyah, Sabtu 5 Desember 2020.

Menurutnya, Bahwa yang masuk kategori alat peraga kampanye tentunya memiliki Paslon yang di Kampanyekan, sebaliknya kolom kosong sendiri tidak memiliki Paslon

“Kalau kampanye tentunya ada paslon yan dikampanyekan sebaliknya Kokos tidak ada yan dikampanyekan, hanya mensosialisasikan menggunakan hak pilij dan jangan golput dengan memilih kolom kosong adalah sah,”Ucapnya.

Suriansyah, menyebutkan, kampanye harus memiliki 3 unsur diantaranya menyampaikan visi dan misi, program dan memilih Paslon, sebaliknya kolom kosong tidak ada paslon dan tim kampanye yang menyampaikan visi dan misi, program dan memilih Paslon.

“Hadirnya kolom kosong adalah keinginan sekelompok masyarakat, ormas atau perorangan yang secara suka rela tergerak untuk mensosialisasikan memilih kokos melalui spanduk, Baliho, liplet dan sebagainya untuk agar tidak golput,” Jelasnya.

Yang terpenting, Kata Suriansyah menambahkan, pelaku Kolom kosong tidak dapat di pidana pemilu melakukan pelanggaran pidana pemilu karena tidan memenuhi unsur subjektif atau bukan tim kampanye dan objektif tidak sebagai pelaku Paslon.

“Kokos tidak diatur dalam UU/PP/PKPU sehingga tidak ada aturan yamg melarang Kokos. Kokos tidak ada jadwal dalam melakukan sosialisasi sehingga kokos ydiak ikut jadwal KPU/PKPU dan tidak mengenal 3 hari masa tenang. Jadi pelaku kokos bebas karena tidak ada aturan yang mengatur.”Pungkasnya.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *