Melalui Petisi Ini, Gerakan Kukar Melawan Tolak Tambang Ilegal di Sebulu Kutai Kartanegara

  • Whatsapp
banner 468x60

KUTAI KARTANEGARA — Aktifitas pertambangan yang tak berizin atau ilegal sudah sangat meresahkan masyarakat, aturan aturan yang berlaku dirasa sudah tidak penting lagi banyaknya peraturan yang dilanggar terlihat jelas.

Kerusakan alam yang disebabkan pertambangan ilegal tidak hanya merusak alam dan mengganggu ekosistem didalamnya tapi juga menjadi ancaman bagi para penduduk yang ada disekitar mulai dari ancaman tanah longsor dan banjir, sehingga sangat merugikan masyarakat, terutama para petani.

Melalui pesan singkat yang dikirim ke redaksi www.rakyatkaltim.com, kelompok yang mengatas namakan dirinya Gerakan Kukar Melawan mengirimkan petisi yang dilayangkan kepada Pemerintah Daerah Kutai Kartanegara.

Dalam pesannya, dituliskan, “Dengan itu maka MASYARAKAT harus dapat mengambil sikap terhadap penyalahgunaan jalan yang dilakukan oleh para oknum pertambangan ilegal ini, pertambangan sangat jelas terlihat dari jalan utama yang digunakan sebagai akses untuk menuju ke arah perkotaan, MASYARAKAT sudah selayaknya mengambil keputusan sebelum kerusakan semakin parah dan kecelakaan pun bisa saja terus terjadi lebih sering karena aktivitas pertambangan yang menggunakan jalan umum menyebabkan banyaknya tumpukan tanah sehingga jalan licin saat hujan, lalubanyaknya mobil pengangkut material pertambangan yang memacu kecepatan tinggi sangat membahayakan masyarakat yang melintas.

Mau sampai separah apa lagii hutan kita???. Siapa yang akan bertanggungjawab atas semua kerusakan yang terjadi di Kecamatan Sebulu?

Melihat melihat realita yang terjadi kerusakan alam seakan-akan disepelekan, dan tak jarang mereka mereka para stakeholder (pemangku kepentingan) seakan diam atau sengaja diam dengan permasalahan ini.

Pertambangan memang seringmenimbulkan luka bagi lingkungan, apalagi dengan para oknum yang tidak bertanggungjawab atas bekas pertambangannya.

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *